Ini Mengapa Ilmuwan Harus Bergerak Cepat Tangani Wabah Corona Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 11 Mei 2020 | 14:15 WIB
Ini Mengapa Ilmuwan Harus Bergerak Cepat Tangani Wabah Corona Covid-19
Ilmuwan berlomba mencari vaksin covid-19 (DW Indonesia)

Suara.com - Ini Mengapa Ilmuwan Harus Bergerak Cepat Tangani Wabah Corona Covid-19

Perkembangan sains memiliki reputasi bergerak lambat. Terutama dalam proses menyusun data ilmiah akurat hingga mengembangkan vaksin yang membutuhkan waktu lama.

Tetapi adanya wabah penyakit menular yang menyebar dengan cepat, seperti Covid-19, menuntut langkah yang jauh lebih cepat dari para ilmuwan.

Upaya ilmiah untuk lebih memahami SARS-COV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, telah berkembang pesat. Dalam beberapa minggu setelah virus muncul pada manusia, para ilmuwan telah mengidentifikasi dan mengurutkan genom virus. Sehingga memberi para peneliti target untuk melatih vaksin dan perawatan potensial.

Ilmuwan  Turki selesaikan fase 1 vaksin Covid-19. (Anadolu Agency)
Ilmuwan Turki selesaikan fase 1 vaksin Covid-19. (Anadolu Agency)

"Ini sangat, sangat cepat," kata profesor di Pusat Biologi Sistem di Universitas Harvard Dr. Pardis Sabeti dikutip dari Time.

Sabeti merupakan pelopor dalam mempelajari penyakit menular. Selama wabah Ebola 2014, ia dan timnya membantu mengurutkan virus penyebab Ebola dengan menggunakan data dari pasien yang telah terinfeksi.

Setelah data terkumpul, Sabeti dan timnya akan merilis ke situs resmi mereka dan menuliskan anjuran yang harus dilakukan dalam menghadapi wabah penyakit. Menurut Sabeti, tindakan itu bisa menjadi solusi dari segala hambatan akibat wabah.

"Kami membuat banyak kolaborasi di seluruh dunia dalam prosesnya. Beberapa di antaranya bagus, dan beberapa di antaranya berbahaya, karena kita mendapatkan banyak informasi yang salah," katanya.

Kemajuan lain yang terjadi pasca wabah besar terakhir, Ebola dan Zika, adalah para peneliti bisa mempunyai alat yang lebih canggih.

baca juga

“Teknologi telah maju di setiap langkah. Kami berada pada titik di mana kami menghasilkan ribuan urutan genom virus dengan sangat cepat. Diagnosis baru bisa muncul setiap hari," katanya.

Ia mencontohkan, timnya menggunakan teknologi pengeditan gen CRISPR untuk coba mengembangkan terapi antivirus dan alat diagnostik yang dapat menjalankan ribuan tes dalam waktu bersamaan mendeteksi lebih dari 100 virus yang berbeda.

Namun tidak semuanya berjalan maju, kata Sabeti. Meskipun para peneliti bisa lebih cepat dalam menguraikan genom SARS-COV-2, diagnostik tetap membutuhkan waktu lebih lama untuk tersedia bagi masyarakat.

"Jika virus baru datang, kita tidak bisa mendapatkannya beberapa bulan sebelum rumah sakit bisa mendapatkan tes. Data tersedia, teknologinya tersedia. Itu hanya akan mengubah proses," katanya.

Menurut Sabeti, penyakit menular telah membunuh lebih banyak orang daripada perang modern. Karena diperlukan kecepatan dan kerjasama dalam berbagi data secara akurat di antara para dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Hasilkan Bahan Bakar Hidrogen dari Air dan Sinar Matahari

Ilmuwan Hasilkan Bahan Bakar Hidrogen dari Air dan Sinar Matahari

Tekno | Senin, 11 Mei 2020 | 10:00 WIB

Mutasi virus Corona Membingungkan Para Ilmuwan

Mutasi virus Corona Membingungkan Para Ilmuwan

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 06:47 WIB

Ilmuwan Sebut Wabah Terburuk dalam Sejarah, Tidak Separah Diperkirakan

Ilmuwan Sebut Wabah Terburuk dalam Sejarah, Tidak Separah Diperkirakan

Tekno | Jum'at, 08 Mei 2020 | 14:00 WIB

Terkini

Kasus Promosi Vape Libatkan Anak, Polisi Bakal Periksa Bigmo dan Produsen Liquid Tazelab

Kasus Promosi Vape Libatkan Anak, Polisi Bakal Periksa Bigmo dan Produsen Liquid Tazelab

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Bongkar Korupsi Jumbo! Kejati NTB Bidik 3 Kasus Sekaligus di Bank Daerah

Bongkar Korupsi Jumbo! Kejati NTB Bidik 3 Kasus Sekaligus di Bank Daerah

Bali | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:09 WIB

Viral Komentar Tak Berempati Nakes ke Pasien BPJS, RSUP Dr. Sardjito Buka Suara

Viral Komentar Tak Berempati Nakes ke Pasien BPJS, RSUP Dr. Sardjito Buka Suara

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:04 WIB

HUT RI Milik Siapa? Ketika Negara Merayakan dengan APBN, Warga dengan Iuran

HUT RI Milik Siapa? Ketika Negara Merayakan dengan APBN, Warga dengan Iuran

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Bakar Semangat Belajar Siswa Desa, KKN Unisri Sukses Gelar Aksi Inspiratif di SDN 1 Slogo Tanon

Bakar Semangat Belajar Siswa Desa, KKN Unisri Sukses Gelar Aksi Inspiratif di SDN 1 Slogo Tanon

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Jangan Tunggu 2028, MBG dan Anggaran Pendidikan Didesak Pisah Tahun Depan

Jangan Tunggu 2028, MBG dan Anggaran Pendidikan Didesak Pisah Tahun Depan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:01 WIB

3 WNI Korban TPPO Dipulangkan! Sempat Tergiur Iming-iming Gaji ART Rp7 Juta di Turki

3 WNI Korban TPPO Dipulangkan! Sempat Tergiur Iming-iming Gaji ART Rp7 Juta di Turki

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:00 WIB

MBG-Kopdes dalam APBN: Benarkah Negara Sedang Menciptakan Lapangan Kerja?

MBG-Kopdes dalam APBN: Benarkah Negara Sedang Menciptakan Lapangan Kerja?

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Xiaomi Siapkan Mobil Listrik Berfitur Swap Battery?

Xiaomi Siapkan Mobil Listrik Berfitur Swap Battery?

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Polda Jateng Autopsi Jenazah AFF, Pelajar SMP di Pemalang yang Tewas Diduga Korban Perundungan

Polda Jateng Autopsi Jenazah AFF, Pelajar SMP di Pemalang yang Tewas Diduga Korban Perundungan

Jawa Tengah | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:59 WIB

×