alexametrics

Kisah Pasien OCD, 20 Tahun Lebih Bersiap Hadapi Pandemi Seperti Sekarang

Risna Halidi | Lilis Varwati
Kisah Pasien OCD, 20 Tahun Lebih Bersiap Hadapi Pandemi Seperti Sekarang
Obsessive Compulsive Disorder (OCD), masalah kejiwaan yang muncul di video games Picturesque. (Shutterstock)

Dia mengaku telah terbiasa melakukan aturan kebersihan selama dua puluh tahun lebih ketat daripada orang kebanyakan.

Suara.com - Kisah Pasien OCD, 20 Tahun Lebih Bersiap Hadapi Pandemi Seperti Sekarang

Hidup dengan fobia kuman ternyata telah membuat wartawan BBC, Peter Goffin siap menghadapi pandemi virus corona penyebab sakit Covid-19 dibanding orang lain.

Dia mengaku telah terbiasa melakukan aturan kebersihan selama dua puluh tahun lebih ketat daripada orang kebanyakan.

Semua berawal saat Goffin masih berusia remaja. Ia didiagnosis menderita Obsessive Compulsive Disorder atau OCD. Selama hampir dua pertiga dari hidupnya, ia mengaku menderita karena kuman.

Baca Juga: Kocak! Bertemu Bupati Klaten, Mbah Minto Bawa HT dan Keluarkan Meteran

Upaya pencegahan infeksi virus corona seperti menghindari kontak fisik dengan orang lain, mencuci tangan setelah menyentuh apa pun yang disentuh orang lain, mendisinfeksi bahan makanan dari supermarket, sudah menjadi kebiasannya jauh sebelum ada pandemi Covid-19.

Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)
Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)

"Saya mengenali banyak kebiasaan saya sendiri dalam budaya global akibat virus corona. Tetapi yang paling saya kenali adalah rasa cemas seolah Anda tidak pernah aman dari infeksi," cerita Goffin dikutip dari BBC.

Meski telah melakukan seluruh protokol kesehatan dengan teliti dan yakin akan terhindar dari infeksi virus, menurut Goffin perasaan cemas selalu ada walaupun hanya sedikit.

Meski begitu, ia tak selalu menganggap itu hal buruk. Karena di sisi lain juga membuat diri selalu waspada. 

Goffin tumbuh besar di Kanada dan mengalami masalah dalam mengendalikan rasa khawatir dan takut sejak usia lima atau enam tahun. Sebagian besar kekhawatiran itu muncul karena kontaminasi dengan cairan tubuh orang lain seperti percikan ludah saat orang berbicara, kuman menyebar dari orang yang tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet, dan semua bakteri berbahaya yang dibayangkannya sendiri.

Baca Juga: Tiba di Jakarta, 42 ABK MV Vikin Orion Akan Jalani Karantina di Hotel

Goffin kemudian berusaha tidak menyentuh benda-benda fasilitas umum seperti kenop pintu dan sakelar lampu.

Komentar