Kurang Vitamin D Berisiko Tingkatkan Kematian Akibat Covid-19? Ini Faktanya

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 12 Mei 2020 | 03:30 WIB
Kurang Vitamin D Berisiko Tingkatkan Kematian Akibat Covid-19? Ini Faktanya
Ilustrasi Vitamin D. [Shutterstock]

Suara.com - Kurang Vitamin D Berisiko Tingkatkan Kematian Akibat Covid-19, Benarkah?

Sejak pandemi virus corona atau Covid-19 bermunculan, ada kebiasaan baru yang dilakukan masyarakat, yaitu berjemur pada waktu tertentu.

Sebagian besar dari mereka percaya bahwa dengan berjemur akan mendapatkan vitamin D dan meningkatkan daya tahan tubuh yang membuat mereka terhindar dari Covid-19

Tapi, benarkah vitamin D berkhasiat untuk melawan Covid-19?

Untuk membuktikan itu, para peneliti di Queen Elizabeth Hospital Foundation Trust dan University of East Anglia melakukan sebuah riset.

Dalam penelitian ini terbukti jika seseorang yang kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko kematian yang lebih tinggi pada pasien Covid-19.

Ilustrasi Vitamin D. (Shutterstock)

Hal ini didasarkan pada penelitian lain dari Filipina pada bulan lalu yang menemukan bahwa dari 104 pasien Covid-19 yang mengalami kondisi kritis atau berat sebanyak 100 orang atau hingga 96 persen dari mereka memiliki kadar vitamin D yang rendah.

Atas penelitian ini Public Health England mendesak warga Inggris untuk mengonsumsi vitamin D setiap hari, dengan harapan mampu menekan angka kematian virus corona yang semakin meningkat.

Meskipun hasil penelitian nampak menjanjikan, perlu diingat para peneliti tidak meninjau pasien secara langsung. Penelitian dan metodologinya juga belum ditinjau lebih jauh.

baca juga

Meski begitu, memang benar jika vitamin D memiliki beragam manfaat sebelumnya, dan sudah digunakan tenaga medis sebagai cara untuk mencegah penyakit termasuk penyakit tulang.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kadar vitamin D dalam tubuh bisa mencegah asma, TBC, influenza termasuk virus corona yang mengganggu jalannya pernapasan.

Adapun vitamin D bisa didapat melalui sinar matahari langsung, makanan atau suplemen yang membantu tubuh memproduksi kalsium dan menjaga kadar fosfor yang sehat.

Meskipun penelitian belum dilakukan tinjauan, namun penelitian dari Queen Elizabeth Hospital Foundation Trust mengatakan ada bukti jelas kaitan antara kematian akibat Covid-19 dan rendahnya vitamin D.

"Kami percaya vahwa kami bisa merekomendasikan suplemen Vitamin D untuk terlindungi dari penularan SARS CoV 2," kata penelitian itu mengutip Newshub, Selasa (5/5/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, Sudah 1,4 Juta Orang Sembuh dari Virus Corona Covid-19

Kabar Baik, Sudah 1,4 Juta Orang Sembuh dari Virus Corona Covid-19

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 13:05 WIB

Kabar Baik! Ilmuwan Indonesia Bentuk Tim Riset Herbal untuk Obat Covid-19

Kabar Baik! Ilmuwan Indonesia Bentuk Tim Riset Herbal untuk Obat Covid-19

Health | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Hipoksia, Ini Bedanya dengan Hipoksemia

Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Hipoksia, Ini Bedanya dengan Hipoksemia

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 13:25 WIB

Terkini

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:38 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×