Pakai Masker N95 Bikin Kulit Rusak? Ini Cara Mengatasinya Menurut Dokter

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2020 | 17:20 WIB
Pakai Masker N95 Bikin Kulit Rusak? Ini Cara Mengatasinya Menurut Dokter
Tim dokter memakai alat perlindungan diri (APD) bersiap melakukan pemeriksaan gigi di salah satu klinik di kawasan Pulo Gadung, Jakarta, Rabu (22/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pakai Masker N95 Bikin Kulit Rusak? Ini Cara Mengatasinya Menurut Dokter

Penggunakan masker saat berada di ruang publik sangat dianjurkan sebagai pencegahan infeksi virus corona. Namun memakai masker yang terlalu lama bisa menyebabkan masalah pada kulit wajah terutama pada tenaga medis.

Pakar dermatologi kosmetik dr. Lilik Norawati, Sp.KK, mengatakan bahwa salah satu masalah kulit yang bisa terjadi adalah timbulnya jerawat. Tenaga medis yang mengalami masalah kulit karena masker N95 bisa disebabkan karena beberapa faktor.

"Lingkungan yang panas dan lembab serta okulasi akibat tekanan masker menjadi faktor pemicu masalah kulit," jelas Lilik dalam diskusi online NOROID, Selasa (12/5/2020).

Faktor lainnya juga disebabkan karena bantalan hidung yang jika menekan terlalu keras dan dalam penggunaan waktu lama bisa menyebabkan luka pada kulit. Sedangkan klip logam pada bantalan hidung tersebut, lanjut Lilik, bisa mengakibatkan dermatitis kontak atau munculnya ruam kemerahan.

"Kemudian tali ikat elastis dan bahan atau kainnya sendiri bisa sebabkan dermatitis kontak," ucapnya.

Ilustrasi masker N95. (Unsplash)
Ilustrasi masker N95. (Unsplash)

Lilik memberikan solusi agar masalah kulit bisa dihindari saat penggunaan masker. Yaitu dengan memakai pelembab wajah sebelum menggunakan masker. Tujuannya untuk mengurangi gesekan antara kulit dengan masker.

Selain itu, jangan gunakan masker terlalu ketat, gunakan pembersih wajah non-iritatif, bila terjadi luka gunakan salep antibiotika, jika ada dermatitits dapat menggunakan salep sreroid. Sementara jika berjerawat sebaiknya oleskan produk anti jerawat yang sesuai rekomendasi dokter kulit.

Juga disarankan agar meminimalisir penggunaan riasaan wajah terutama foundation dan councealer.

"Karena akan meningkatkan kelembaban di bawah masker yang dapat mempengaruhi produksi sebum kulit dan berpotensi mencetuskan jerawat," papar Lilik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Bagi 20 Juta Masker Sebelum Denda Warga Jakarta Tak Pakai Masker

Anies Bagi 20 Juta Masker Sebelum Denda Warga Jakarta Tak Pakai Masker

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 17:15 WIB

Anies Sebut Denda Tak Pakai Masker Rp 250 Ribu Belum Diterapkan di Jakarta

Anies Sebut Denda Tak Pakai Masker Rp 250 Ribu Belum Diterapkan di Jakarta

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 16:57 WIB

Ladies, Yuk Kenali Perbedaan Purging dengan Breakout di Wajah

Ladies, Yuk Kenali Perbedaan Purging dengan Breakout di Wajah

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2020 | 15:43 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB