Pakar Sebut Dunia sedang Memasuki Fase Pandemi Covid-19 Kedua, Apa Itu?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 12 Mei 2020 | 19:32 WIB
Pakar Sebut Dunia sedang Memasuki Fase Pandemi Covid-19 Kedua, Apa Itu?
Polisi dan tentara melakukan penjagaan di setiap akses masuk atau keluar kota Milan yang diisolasi menyusul penyebaran virus corona, Minggu (9/3/2020). [AFP]

Suara.com - Di Seoul, Korea Selatan, peningkatan infeksi Covid-19 yang tiba-tiba terjadi menyebabkan penutupan sementara klub malam di daerah setempat. Lebanon telah memperketat jam malam yang sebelumnya longgar setelah kasus rebound selama akhir pekan.

Sedangkan di Jerman, pemimpin bertanya-tanya apakah mereka telah melonggarkan peraturan terlalu cepat, saat taman di negaranya penuh sesak dan tingkat infeksi makin meningkat.

Inilah fase pandemi Covis-19 berikutnya terjadi. Banyak negara mencoba meratakan kurva kasus mereka. Lockdown yang ketat dalam beberapa bulan terakhir, secara bertahap dilonggarkan. Masalah ekonomi dan sosial berkembang setiap hari.

Tapi, masalah dasarnya sebenarnya ada pada masyarakat sendiri. Semakin banyak masyarakat tercampur, semakin banyak virus corona akan menyebar.

Para ilmuwan tidak terkejut dengan tambahan kasus di China, Iran, dan wilayah lain yang telah mengendurkan pemberlakuan lockdown dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah warga di Roma, Italia, kembali beraktivitas setelah pemerintah setempat melonggarkan aturan lockdown, Senin (4/5/2020). [AFP/Vincenzo Pinto]
Sejumlah warga di Roma, Italia, kembali beraktivitas setelah pemerintah setempat melonggarkan aturan lockdown, Senin (4/5/2020). [AFP/Vincenzo Pinto]

"Ini mengkhawatirkan, tetapi itu sudah diduga. Ini adalah konsekuensi yang tak terhindarkan dari memungkinkan kembali pencampuran sosial," kata Ian Jones, profesor vorilogi di University of Reading, kepada The Guardian.

"Itu bagian dari trade off. Akan ada banyak kasus tanpa gejala atau orang sakit ringan yang tidak terdeteksi. Jadi, jika orang berkumpul lagi, kita akan melihat hal-hal ini terjadi," tutur Ian Mackay, ahli virus di Universitas Queensland.

Tanpa vaksin, ahli epidemiologi memperkirakan virus akan menyebar selama beberapa bulan ke depan dan mungkin bertahun-tahun.

"Fase baru hidup dengan Covid-19," kata Jones.

baca juga

Jika fase pertama adalah tentang melindungi kehidupan dan sistem perawatan kesehatan, tahap selanjutnya akan menghadirkan lebih banyak pertanyaan pelik.

"Kita ingin membuat orang kembali bekerja, tetapi akan ada 'biayanya'. Dan pada akhirnya biaya itu adalah kematian, karena kita tahu apabila kasus naik, begitu juga kematian," sambungnya.

Jones mengatakan, kemungkinan masa ini menjadi minggu-minggu pertama dalam percobaan kesehatan publik terbesar di dunia.

Sejumlah anak bermain sepatu roda ditengah aturan lockdown di Spanyol, Minggu (26/4/2020). [AFP/Gabriel Bouys]
Sejumlah anak bermain sepatu roda ditengah aturan lockdown di Spanyol, Minggu (26/4/2020). [AFP/Gabriel Bouys]

"Kita semua menyaksikan dan belajar dari kemajuan (negara) masing-masing. Benar-benar ada buku pedoman yang ditulis di setiap negara yang kami pelajari. Itu adalah satu eksperimen raksasa, yang terdiri dari banyak eksperimen kecil di setiap negara, di setiap yurisdiksi," lanjutnya.

Negara-negara yang telah berhasil menurunkan kurva mereka, seperti Australia dan Selandia Baru, akan berpotensi memberikan lingkungan yang paling terkontrol dan karenanya merupakan tempat uji terkaya, kata Mackay.

"Di Australia, misalnya, kita akan mengawasi apakah orang yang pergi ke toko akhir pekan ini akan menyebabkan peningkatan kasus, dan itu akan diberi tahu ke seluruh dunia," jelas Mackay.

Menurut Jones, pandemi Covid-19 ini akan berlanjut sampai tingkat penularan sangat kecil.

"Itu berlanjut tanpa batas waktu, sampai tingkat penularan sangat kecil sehingga virus secara alami akan padam, atau sampai ditekan oleh vaksin," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Herbalife Nutrition Salurkan Bantuan Atasi Pandemi di Asia Pasifik

Herbalife Nutrition Salurkan Bantuan Atasi Pandemi di Asia Pasifik

Press Release | Selasa, 12 Mei 2020 | 18:05 WIB

Hari Perawat Internasional: Akhirnya Diperhatikan di Tengah Pandemi Corona

Hari Perawat Internasional: Akhirnya Diperhatikan di Tengah Pandemi Corona

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 14:37 WIB

Pemakaman Rahasia, Solusi Bentrok Budaya dan Aturan di Tengah Pandemi

Pemakaman Rahasia, Solusi Bentrok Budaya dan Aturan di Tengah Pandemi

News | Senin, 11 Mei 2020 | 22:44 WIB

Terkini

Kemarau Panjang, Waduk Cipancuh di Indramayu Berubah Jadi Hamparan Tanah Kering

Kemarau Panjang, Waduk Cipancuh di Indramayu Berubah Jadi Hamparan Tanah Kering

Foto | Senin, 28 September 2026 | 17:43 WIB

Gandeng Ndarboy dan Happy Asmara, Film Musikal 'Cidro Asmoro' Siap Gebrak Bioskop 2026!

Gandeng Ndarboy dan Happy Asmara, Film Musikal 'Cidro Asmoro' Siap Gebrak Bioskop 2026!

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 17:43 WIB

Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot

Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot

Kaltim | Senin, 28 September 2026 | 17:42 WIB

65 Lapak PKL Jalan Nyi Raja Permas Dibongkar

65 Lapak PKL Jalan Nyi Raja Permas Dibongkar

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 17:41 WIB

Saham Rp1 Berlaku, Siapa yang Untung dan Buntung di Hari Pertama?

Saham Rp1 Berlaku, Siapa yang Untung dan Buntung di Hari Pertama?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 17:37 WIB

PJS Soroti Kata 'Mampu' dalam RUU Ketenagakerjaan: Bisa Bikin Disabilitas Tersingkir

PJS Soroti Kata 'Mampu' dalam RUU Ketenagakerjaan: Bisa Bikin Disabilitas Tersingkir

News | Senin, 28 September 2026 | 17:34 WIB

3 Rekomendasi Moisturizer Pria Tidak Lengket Cepat Meresap

3 Rekomendasi Moisturizer Pria Tidak Lengket Cepat Meresap

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 17:33 WIB

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Banten | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:30 WIB

×