Pandemi dan Epidemi Terburuk Di Dunia yang Tercatat Sejarah: Bagian 1

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 13 Mei 2020 | 16:59 WIB
Pandemi dan Epidemi Terburuk Di Dunia yang Tercatat Sejarah: Bagian 1
Ilustrasi epidemi terburuk sepanjang sejarah. (Dok. Unsplash)

Suara.com - Pandemi dan Epidemi Terburuk Di Dunia yang Tercatat Sejarah: Bagian 1

Hampir lima bulan dunia disibukkan dengan pandemi virus corona yang menyerang 212 negara. Data dari situs worldometers.info menyebut, total pasien Covid-19 per 13 Mei 2020 diseluruh dunia sebanyak 4.357.357 dan angka kematian sebesar 293.134 orang.

Pandemi Covid-19 bukanlah pandemi pertama di dunia. Sejak zaman prasejarah wabah penyakit juga pernah terjadi dan menewaskan banyak orang.

Sepanjang perjalanan sejarah, wabah penyakit itu telah merusak populasi umat manusia. Terkadang mengubah arah sejarah atau bahkan menandakan akhir dari seluruh peradaban.

Dikutip dari situs Live Sience, berikut adalah 20 epidemi dan pandemi terburuk yang berasal dari zaman prasejarah hingga zaman modern, bagian pertama.

1. Epidemi prasejarah: Sekitar 3000 SM.

Sekitar 5.000 tahun yang lalu, epidemi melenyapkan desa prasejarah di Cina. Mayat dimasukkan ke dalam rumah yang kemudian dibakar. Tidak ada kelompok umur yang selamat. Karena kerangka yang temukan terdapat remaja, dewasa muda, dan orang paruh baya.

Situs arkeologi itu sekarang disebut "Hamin Mangha" dan merupakan salah satu situs prasejarah yang paling terpelihara di timur laut Cina. Studi arkeologis dan antropologis menunjukkan bahwa saat itu epidemi terjadi cukup cepat sehingga tidak ada waktu untuk pemakaman yang tepat dan situs tidak dihuni lagi.

Sebelum ditemukannya Hamin Mangha, pemakaman massal prasejarah lain yang bertanggal sekitar periode waktu yang sama juga ditemukan di sebuah situs bernama Miaozigou, di timur laut Cina. Penemuan-penemuan ini menunjukkan bahwa suatu epidemi telah menghancurkan seluruh wilayah.

2. Wabah Athena: 430 SM

Sekitar tahun 430 SM, tidak lama setelah perang antara Athena dan Sparta dimulai, epidemi menghancurkan rakyat Athena dan berlangsung selama lima tahun. Beberapa perkiraan menyebutkan korban tewas mencapai 100.000 orang.

Sejarawan Yunani Thucydides (460-400 SM) menulis bahwa orang-orang yang sehat tiba-tiba diserang dengan panas yang menyengat di kepala juga kemerahan dan peradangan di mata. Tenggorokan terjadi pendarahan dan napas menjadi tidak wajar.

Ilustrasi epidemi terburuk sepanjang sejarah. (Dok. Unsplash)
Ilustrasi epidemi terburuk sepanjang sejarah. (Dok. Unsplash)

Apa sebenarnya epidemi ini telah lama menjadi sumber perdebatan di antara para ilmuwan. Sejumlah penyakit telah diajukan sebagai kemungkinan, termasuk demam tifoid dan Ebola. Banyak ahli percaya bahwa kepadatan yang disebabkan oleh perang memperburuk epidemi.

Pasukan Sparta lebih kuat, memaksa orang Athena berlindung di balik serangkaian benteng yang disebut "tembok panjang" yang melindungi kota mereka. Meskipun terjadi epidemi, perang terus berlanjut, tidak berakhir sampai 404 SM, ketika Athena dipaksa menyerah ke Sparta.

3. Wabah Antonine: 165-180 M

Wabah Antonine, yang mungkin merupakan cacar, menimpa para tentara dan mungkin telah menewaskan lebih dari 5 juta orang di kekaisaran Romawi. Data itu dituliskan April Pudsey, dosen senior dalam Sejarah Romawi di Manchester Metropolitan University.

Banyak sejarawan percaya bahwa epidemi pertama kali dibawa ke Kekaisaran Romawi oleh tentara yang kembali ke rumah setelah perang melawan Parthia.

Selanjutnya: wabah Cyprian dan wabah Justinian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persita Enggan Bahas Kontrak Pemain Hingga Ada Kejelasan Kompetisi

Persita Enggan Bahas Kontrak Pemain Hingga Ada Kejelasan Kompetisi

Bola | Rabu, 13 Mei 2020 | 16:44 WIB

Kisah 'Manusia Karung' Kota Semarang yang Pasrah di Tengah Pandemi Corona

Kisah 'Manusia Karung' Kota Semarang yang Pasrah di Tengah Pandemi Corona

Jawa Tengah | Rabu, 13 Mei 2020 | 16:42 WIB

Cerita Mahasiswi Indonesia di Tengah Pandemi saat Ramadan di New York

Cerita Mahasiswi Indonesia di Tengah Pandemi saat Ramadan di New York

Video | Rabu, 13 Mei 2020 | 16:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB