Hikmah Pandemi Corona, Tak Disangka Angka Bunuh Diri di Jepang Turun

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Jum'at, 15 Mei 2020 | 14:15 WIB
Hikmah Pandemi Corona, Tak Disangka Angka Bunuh Diri di Jepang Turun
Ilustrasi bunuh diri. (Shutterstock)

Suara.com - Hikmah Pandemi Corona, Tak Disangka Angka Bunuh Diri di Jepang Turun

Hingga Kamis, 14 Mei 2020, Jepang mencatat total 16.049 kasus virus corona atau Covid-19. Hal itu memaksa pemerintah untuk mengunci negara tersebut.

Di balik semua itu ada sebuah hikmah di tengah pandemi virus corona itu. Seperti dilansir dari World of Buzz, tingkat bunuh diri di Jepang turun 20 persen, pada bulan April dibandingkan tahun lalu.

Ilustrasi orang di atas rel kereta api/ bunuh diri. (Shutterstock)
Ilustrasi orang di atas rel kereta api ingin bunuh diri. (Shutterstock)

Kondisi ini merupakan penurunan terbesar dalam lima tahun. The Guardian melaporkan bahwa situasi ini mungkin disebabkan oleh orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga mereka.

Kini orang-orang jadi lebih jarang pergi tempat kerja dan juga menunda untuk sekolah. Tahun lalu, 1.814 orang melakukan bunuh diri dan tahun ini, jumlahnya berkurang menjadi 359 orang.

Perintah tinggal di rumah menyebabkan organisasi pencegahan bunuh diri bekerja lebih sedikit dan sekitar 40 persen dari mereka bahkan ditutup.

Yukio Saito, mantan kepala layanan konseling telepon Federasi Jepang Inochi-no-Denwa, mengatakan bahwa meskipun terjadi penurunan bunuh diri dari beberapa tahun terakhir, peningkatan ini terjadi di kalangan anak-anak sekolah karena bullying dan masalah lain di sekolah.

“Sekolah adalah tekanan bagi beberapa anak muda, tetapi bulan April ini tidak ada tekanan seperti itu. Di rumah bersama keluarga mereka, mereka merasa aman,” terangnya.

Yukio  juga menambahkan bahwa orang dewasa tidak benar-benar berpikir tentang bunuh diri selama krisis nasional atau dalam kasus ini, pandemi.

Baca Juga: Kekerasan Seksual yang Dialami NF Slenderman Bisa Ganggu Kerja Otak

"Namun, jika penurunan ekonomi berlanjut lebih lama, ini dapat menyebabkan peningkatan jumlah lagi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI