Duh, WHO Sebut Butuh 5 Tahun untuk Bisa Kendalikan Virus Corona

M. Reza Sulaiman, Rosiana Chozanah

Jum'at, 15 Mei 2020 | 16:09 WIB
Duh, WHO Sebut Butuh 5 Tahun untuk Bisa Kendalikan Virus Corona
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Suara.com - Setelah sebelumnya menyebut virus Corona tak bisa hilang, WHO kini mengatakan butuh 5 tahun untuk mengendalikan virus Corona.

Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan memperingatkan bahwa pandemi virus corona dapat berlanjut hingga paruh kedua dekade ini atau lima tahun ke depan.

"Saya akan mengatakan dalam jangka waktu empat hingga lima tahun, kita bisa melihat cara mengendalikan ini," kata Swaminathan dalam webinar Global Boardroom Financial Times , Rabu (13/5/2020).

Swaminathan mengatakan vaksin tampaknya menjadi jalan keluar terbaik saat ini, tetapi ia tetap memperingatkan masih ada banyak “jika dan tetapi” tentang keamanan, produksi dan distribusi yang adil.

Pengembangan vaksin yang efektif dan langkah-langkah karantina yang berhasil adalah salah satu faktor yang pada akhirnya akan menentukan durasi pandemi.

Dilansir CNBC, hingga saat ini, lebih dari 4,4 juta orang telah tertular Covid-19, dengan lebih dari 300 ribu kematian di seluruh dunia.

Soumya Swaminathan (Twitter/WHO)
Soumya Swaminathan (Twitter/WHO)

Kemungkinan virus tidak akan pernah hilang

Krisis kesehatan global memiliki arti bahwa negara-negara seharusnya ditutup atau lockdown, dengan pemberlakuan pembatasan ketat dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah penguncian, yang bervariasi dalam aplikasi mereka tetapi secara luas mencakup penutupan sekolah, larangan mengadakan pertemuan publik, dan jarak sosial, diperkirakan akan menghasilkan penurunan ekonomi terburuk sejak Depresi Besar pada 1930.

baca juga

Dalam beberapa minggu terakhir, beberapa negara telah berupaya, secara bertahap, melonggarkan pembatasan, memungkinkan beberapa toko dan pabrik untuk buka kembali.

Namun, munculnya kasus Covid-19 baru di Korea Selatan dan Cina telah memperburuk kekhawatiran tentang potensi infeksi gelombang kedua.

Badan Energi Internasional (IEA) pada Kamis (14/5/2020) memperkirakan jumlah orang yang masih menjalani karantina pada akhir Mei akan turun menjadi 2,8 miliar di seluruh dunia, turun dari puncak baru-baru ini sebanyak 4 miliar.

Pada briefing media terpisah, Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan WHO, mengatakan di markas besar organisasi itu pada Rabu bahwa virus corona mungkin tidak akan pernah hilang.

Ketika diminta untuk menanggapi komentar Swaminathan, Ryan mengatakan tidak ada yang bisa memprediksi secara akurat kapan penyakit itu mungkin hilang.

Dia menambahkan bahwa mencoba mengendalikan virus akan membutuhkan upaya besar-besaran, bahkan jika vaksin ditemukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Inggris Teliti Obat Kumur Jadi Penghancur Virus Corona, WHO Ragu

Ilmuwan Inggris Teliti Obat Kumur Jadi Penghancur Virus Corona, WHO Ragu

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 09:15 WIB

WHO Sebut Virus Corona Tidak akan Hilang, Saatnya Berdamai dengan Realitas

WHO Sebut Virus Corona Tidak akan Hilang, Saatnya Berdamai dengan Realitas

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 08:30 WIB

WHO Sebut Corona akan Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

WHO Sebut Corona akan Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 12:40 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB