Infeksi Superbug, Bahaya Tersembunyi dalam Perang Melawan Virus Corona

M. Reza Sulaiman | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 15 Mei 2020 | 20:15 WIB
Infeksi Superbug, Bahaya Tersembunyi dalam Perang Melawan Virus Corona
Ilustrasi bakteri penyebab meninggalnya pasien virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Infeksi superbug disebut-sebut sebagai penyebab meninggalnya pasien virus Corona Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Apa kata pakar?

Mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, Julie Gerberding, memperingatkan pada pemerintah setempat untuk kembali mempertimbangkan langkah-langkah pelonggaran aturan, karena menurutnya ini tidak tepat.

Ia mengkhawatirkan infeksi dari superbug, mikroba yang kebal terhadap antibiotik, dapat menyebabkan lebih banyak kematian.

"Jika kita akan mengambil langkah untuk melonggarkan beberapa persyarakat jarak sosial, maka kita perlu mengamati apa yang terjadi, dan jika itu tampaknya baik-baik saja, kita dapat mengambil langkah berikutnya. Tetapi jika kita melihat sesuatu terjadi ke arah yang salah, kita harus siap untuk mundur selangkah,“ katanya kepada CNBC, Rabu (13/5/2020).

Sebagian besar orang Amerika belum terkena virus corona dan sama sekali tidak memiliki kekebalan terhadap penyebab Covid-19 ini. Menurutnya, ini membuat sebagian besar negara rentan.

"Saya pikir apa yang telah kami buktikan adalah bahwa langkah-langkah jarak sosial yang telah direkomendasikan benar-benar berfungsi, tetapi ketika Anda menarik diri dari itu, Anda hanya bisa berhadap bahwa akan ada keadaan berbahaya seperti yang dikatakan Dr. Fauci."

Ilustrasi bakteri. [Shutterstock]
Ilustrasi bakteri. [Shutterstock]

Anthony Fauci, pakar penyakit menular dan direktur Institut Nasional Penyakit Alergi dan Penyakit Menular AS (NIAID) memberikan kesaksian di hadapan komite Senat, pada Selasa (12/5/2020), mengenai tanggapan pemerintah terhadap krisis virus corona.

Risiko Infeksi Superbug

Gerberding memperingatkan bahaya tersembunyi lain dari virus corona, yaitu superbug. Ini adalah kuman yang telah beradaptasi dan menjadi resisten terhadap berbagai jenis antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkannya.

Infeksi superbug sekunder dapat merambat di antara mereka yang sakit parah dan telah dirawat di rumah sakit dalam jangka waktu lama, dan menginfeksi pasien yang sudah menjalani prosedur invasif seperti penggunaan ventilator dan kateter, katanya.

“Faktanya sekitar 1 dari 7 pasien coronavirus yang dirawat di rumah sakit tampaknya mengembangkan infeksi bakteri sekunder,” katanya.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi mengonsumsi antibiotik (Sumber: Shutterstock)

Sementara superbug dapat diberantas dengan antibiotik kompleks, obat ini hanya bertahan sebentar karena bakteri atau virus bisa menjadi lebih tahan secara cepat daripada obat yang dapat dikembangkan, sambungnya.

Menurut sebuah studi oleh jurnal medis Lancet, dokter melakukan penelitian pada lebih dari 190 pasien dengan Covid-19 di dua rumah sakit Wuhan, dan menemukan setengah dari mereka yang meninggal mengalami infeksi sekunder.

“Saya sangat prihatin dengan jumlah orang yang akan kehilangan nyawa, bukan karena virus corona tetapi karena infeksi superbug yang mematikan ini,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Kebiasaan Buruk yang Dapat Virus dan Bakteri Menyebar

5 Kebiasaan Buruk yang Dapat Virus dan Bakteri Menyebar

Video | Kamis, 14 Mei 2020 | 15:00 WIB

Cara Ini Bisa Lindungi Bayi dan Balita dari Virus dan Bakteri Jahat

Cara Ini Bisa Lindungi Bayi dan Balita dari Virus dan Bakteri Jahat

Press Release | Rabu, 13 Mei 2020 | 13:17 WIB

Mycoplasma Genitalium, Penyakit Seksual yang Dijuluki Superbug

Mycoplasma Genitalium, Penyakit Seksual yang Dijuluki Superbug

Health | Rabu, 11 Juli 2018 | 20:29 WIB

Terkini

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB