Anak Kurang TIdur hingga Timbul Kantung Mata, Begini Cara Mengatasinya

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Rabu, 20 Mei 2020 | 11:42 WIB
Anak Kurang TIdur hingga Timbul Kantung Mata, Begini Cara Mengatasinya
Ilustrasi anak kurang tidur dan kantung mata. (Shutterstock)

Suara.com - Anak Kurang TIdur hingga Timbul Kantung Mata, Ini Cara Mengatasinya

Banyak orang menganggap bahwa kantung mata hanya dialami oleh orang dewasa. Nyatanya, anak juga bisa mengalami masalah kantung mata meski usianya masih muda

Seperti dilansir dari Asia One, kantung mata dapat terjadi karena beberapa alasan, termasuk masalah kulit alami, hidung tersumbat dan kurang tidur, kata Dr Natalie Epton, dokter spesialis anak dan spesialis neonatologi.

Anak tidur siang. (Gambar oleh fujikama dari Pixabay)
Anak tidur siang. (Gambar oleh fujikama dari Pixabay)

Jika anak kurang dari 11 jam tidur di malam hari, sangat mungkin inilah penyebabnya.

Para ahli internasional dari American Academy of Pediatrics dan National Health Service di Inggris setuju bahwa persyaratan tidur yang direkomendasikan pada usia ini adalah 11 hingga 14 jam.

Jika kesulitan untuk membuat anak Anda tidur lebih awal, lakukan rutinitas tidur malam. Sebagai contoh, atur makan malam lebih awal sekitar jam 5.30 sore sampai 6 sore. Kemudian diikuti dengan waktu mandi dan membacakannya buku cerita

Hindari menonton televisi atau gadget lainnya di malam hari menjelang waktu tidur. Hal ini bisa terlalu merangsang dan membuat anak Anda sulit tertidur.

Jika dia terbiasa tidur pada jam 10 malam sekarang, usahakan untuk secara bertahap mengembalikan waktu tidur setengah jam setiap minggu sampai dia secara konsisten tidur sekitar jam 8 malam.

"Dalam keluarga saya, suami saya dan saya mencoba untuk agat anak berusia empat tahun di tempat tidur sebelum jam 8 malam, anak berusia tujuh tahun pada jam 8 malam sampai jam 8.30 malam, dan anak berusia 10 tahun pada jam 8.30 malam," kata Dr Epton. .

Baca Juga: Jangan Pakai Air Dingin, Ini Cara Mencuci Masker Kain yang Benar

"Kadang-kadang, itu tidak mungkin, tapi itu selalu tujuannya. Dengan begitu, kita juga mendapatkan waktu istirahat bersama tanpa anak-anak."

Ingatlah bahwa anak yang lelah dapat menjadi lebih hiperaktif dan tahan untuk pergi tidur; perilakunya mungkin bukan ukuran yang baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI