Hasil Studi: Nikotin Mampu Mengikat Virus Corona di Dalam Tubuh

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 26 Mei 2020 | 08:40 WIB
Hasil Studi: Nikotin Mampu Mengikat Virus Corona di Dalam Tubuh
Ilustrasi nikotin. (Shutterstock)

Suara.com - Merokok sudah diketahui dapat merusak kesehatan paru-paru. Bahkan beberapa ahli berpendapat jika merokok bisa meningkatkan risiko seseorang terinfeksi Covid-19.

Tapi sebuah temuan unik menyatakan bahwa ternyata nikotin yang masuk ke tubuh bisa mengikat virus dan melindungi perokok dari Covid-19. Hal ini lantaran peran penting reseptor ACE2 sebagai pintu masuk virus menginfeksi sel sehat manusia.

Diwartakan laman Dailymail, Selasa (26/5/2020), penelitian ini diterbitkan New England Journal of Medicine pada Maret lalu. Studi dilakukan terhadap 1.000 pasien Covid-19 di China dan mengungkap 12,6 persen dari mereka adalah perokok. Di Prancis juga, dari 11.000 pasien Covid-19 ditemukan 8,5 persen mereka adalah perokok.

Temuan ini kemudian diteliti lebih lanjut oleh Profesor Florence Tubach, kepala kesehatan masyarakat di rumah sakit Pitié-Salpêtrière di Paris. Ia mengatakan bahwa perokok yang terinfeksi Covid-19 ternyata punya risiko 5 kali lebih kecil untuk mengembangkan penyakitnya dibanding bukan perokok.

Bahkan menurutnya, perokok berisiko 4 kali lebih kecil untuk dirawat di rumah sakit karena Covid-19, dibanding mereka yang bukan perokok.

Meninjau lebih jauh, akhirnya dilakukan rencana percobaan untuk melihat kemampuan patch nikotin mencegah infeksi Covid-19.

Hasilnya, walaupun perokok memiliki pintu masuk atau reseptor ACE2 untuk terinfeksi Covid-19 lebih besar, namun teori menyebutkan bahwa nikotin bisa mengikat virus corona sehingga mencegah virus menginfeksi sel sehat lebih lanjut.

Pada penelitian lain, juga ditemukan perokok yang terinfeksi Covid-19 dan dirawat di rumah sakit cenderung lebih bertahan. Beberapa dokter telah menunjukkan karena rokok mereka kembali keluar dari rumah sakit.

Akibat temuan ini, pemerintah Paris terburu-buru membeli patch nikotin dan permen karet yang mengandung nikotin. Bahkan pemerintah membatasi penjualannya.

Tapi asisten peneliti Profesor Bertrand Dautzenberg memperingatkan bukan berarti nikotin bisa sembarang digunakan buat mereka yang bukan perokok, itu adalah ide yang tidak baik.

"Seorang perokok dapat dengan mudah mentolerir dosis nikotin seratus kali lebih tinggi daripada dosis yang akan membuat seseorang yang tidak pernah merokok merasa sakit terus-menerus," kata Profesor Bertrand.

Juga harus ditekankan, catatannya adalah sebagian besar ahli percaya bahwa efek mematikan dari merokok akan lebih besar daripada manfaat dari nikotin. Meskipun penelitian mungkin menemukan bahwa patch nikotin saja bisa bermanfaat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Efek Samping, WHO Hentikan Uji Coba Hydroxychloroquine

Waspada Efek Samping, WHO Hentikan Uji Coba Hydroxychloroquine

Tekno | Selasa, 26 Mei 2020 | 08:30 WIB

Sukses Dicoba ke Tikus, Thailand Uji Vaksin Covid-19 Pada Monyet

Sukses Dicoba ke Tikus, Thailand Uji Vaksin Covid-19 Pada Monyet

News | Selasa, 26 Mei 2020 | 07:36 WIB

Usai Pandemi Covid-19, Amankah Jabat Tangan?

Usai Pandemi Covid-19, Amankah Jabat Tangan?

Health | Selasa, 26 Mei 2020 | 06:45 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB