Ahli Ungkap Syarat Negara Bisa Berlakukan New Normal, Siapkah Indonesia?

Bimo Aria Fundrika, Frieda Isyana Putri

Jum'at, 29 Mei 2020 | 06:10 WIB
Ahli Ungkap Syarat Negara Bisa Berlakukan New Normal, Siapkah Indonesia?
Ilustrasi konsep new normal (Shutterstock)

Suara.com - Ahli Ungkap Syarat Negara Bisa Berlakukan New Normal, Siapkah Indonesia?

Berbagai wilayah di Indonesia kini sedang dipersiapkan untuk menghadapi new normal dan beberapa wilayah akan melonggarkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun sejumlah pihak menilai Indonesia belum siap untuk melonggarkan PSBB dan menuju new normal melihat dari kurva pandemi virus corona yang tak kunjung landai.

Ilustrasi konsep new normal (Shutterstock)
Ilustrasi konsep new normal (Shutterstock)

Menanggapi hal tersebut, dr. Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD (Cand.) dari Centre for Environment and Population Health (CEPH), Griffith University mengatakan negara yang bisa melonggarkan pembatasan sosial idealnya adalah negara yang memang sudah melewati puncak kurva epideminya.

"Bukan negara yang saat ini sedang dalam proses meraih puncak. Kita masih ada di gelombang pertama, belum mencapai puncak," jelasnya dalam Webinar, Kamis (28/5/2020).

Ia mencontohkan Swiss sebagai salah satu yang telah melewati puncak kurva epideminya.

Negara tersebut mengakhiri lockdown pada tanggal 11 Mei dengan pertama kali membuka sekolah dan restoran.

Hingga saat ini terbukti dengan tetap melakukan strategi utama seperti physical dan social distancing serta menjaga kebersihan diri, angka kasus tidak ada peningkatan yang signifikan di Swiss,

Dicky melanjutkan, untuk bisa melonggarkan pembatasan sosial perlu dilakukan secara bertahap, tidak bisa secara langsung. 

baca juga

Selain itu, ia menyebut masyarakat perlu memahami bahwa ada dua level new normal yang dimaksud. Ada level individu atau komunitas dan ada level institusi.

Terkait level individu bisa diterapkan dari sekarang. Seperti yang biasanya kita tidak mengenakan masker saat bepergian keluar, kini wajib mengenakannya, dan juga merutinkan mencuci tangan.

Kemudian new normal level institusi jika akan dilakukan harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk enam kriteria dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelum mencabut lockdown.

"Harus sangat komprehensif dan spesifik. (Pemda) jangan melakukan satu kebijakan yang sifatnya dalam waktu singkat sehingga tidak ada fase persiapan, ini artinya mengurangi efektifitas dari strategi yang dilakukan," tegas dr Dicky.

Sehingga disimpulkan olehnya, Indonesia belum siap new normal pada level institusi atau membuka tempat-tempat umum seperti sekolah, atau tempat wisata.

"Saat ini kita sedang menghadapi penyakit yang belum ada obat definitifnya dan vaksinnya. Sekali lagi Covid-19 ini bukan suatu hoaks, bukan suatu teori konspirasi. Ini permasalahan nyata, dan jadi permasalahan yang harus segera disikapi dengan sangat serius," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persiapan New Normal, Ini 13 Protokol Kesehatan Bagi Para Pekerja

Persiapan New Normal, Ini 13 Protokol Kesehatan Bagi Para Pekerja

Video | Kamis, 28 Mei 2020 | 21:00 WIB

New Normal, Penumpang Diminta Tak Bicara dan Menelepon dalam KRL

New Normal, Penumpang Diminta Tak Bicara dan Menelepon dalam KRL

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2020 | 20:07 WIB

Epidemiolog: New Normal di Indonesia Prematur

Epidemiolog: New Normal di Indonesia Prematur

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 19:42 WIB

Terkini

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

×