Ngeri, Ada Upaya Pasarkan Rokok Untuk Cegah Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 31 Mei 2020 | 17:58 WIB
Ngeri, Ada Upaya Pasarkan Rokok Untuk Cegah Covid-19
Ilustrasi Ngeri, Ada Upaya Pasarkan Rokok Untuk Cegah Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Rokok sempat diisukan menjadi salah satu cara untuk terhindar dari virus corona.

Meski hal itu telah dibantah oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), namun tetap saja ada masyarakat awam yang percaya hal tersebut.

Belakangan juga sempat viral di media sosial video anak-anak merokok bersama orang dewasa beberapa waktu lalu.

Menurut Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH, ada upaya memasarkan rokok sebagai pencegah Covid-19 di tengah wabah saat ini.

Ngeri, Ada Upaya Pasarkan Rokok Untuk Cegah Covid-19. (Shutterstock)

"Industri rokok merupakan industri yang sangat menguntungkan. Sebab, rokok mengandung bahan adiktif, ketagihan, bahan yang menyandu dan memabukkan ringan. Berbisnis barang memabukkan yang mengandung racun nikotin dalam dosis kecil membuat orang terus menerus mengkonsumsi," kata Hasbullah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/5/2020).

Menurut Hasbullah, akan sulit menghentikan kebiasaan merokok jika sudah kecanduan.

Karena itu, pemasaran awal kepada generasi muda menjadi strategi sasaran utama industri rokok.

Pada remaja laki-laki ditonjolkan iklan-iklan macho dan gaya hidup baru yang menunjukan kehebatan.

Sedangkan bentuk rokok yang langsing dan pas di jari juga mengundang remaja perempuan untuk merokok.

Hasbullah menyampaikan, berdasarkan data WHO, persentase perokok pada anak usia 15 tahun ke atas meningkat dari 33 persen di tahun 2000 menjadi 39 persen pada 2015.

Sementara di negara-negara tetangga, termasuk Cina, prevalensi prokok justru menurun.

"Hal itu karena Indonesia tidak mau tanda-tangan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Dan berkilah bahwa tanpa FCTC sekalipun, Indonesia mengendalikan konsumsi rokok dengan cukai, pendidikan kesehatan, kawasan tanpa rokok," uajr dia.

Namun, upaya Indonesia tersebut masih kalah jauh dibanding upaya industri rokok memasarkan rokok dengan harga yang masih murah.

Dengan fakta-faka ilmiah dari puluhan ribu riset menunjukkan bahwa asap rokok, baik perokok aktif maupun pasif membahayakan diri sendiri juga orang lain.

Selain itu merokok juga memperparah kondisi jika terinfeksi virus corona yang juga menyerang saluran pernapasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap, Ini Penyebab Utama Anak Jadi Perokok Aktif

Terungkap, Ini Penyebab Utama Anak Jadi Perokok Aktif

Health | Minggu, 31 Mei 2020 | 17:43 WIB

Selain Rokok, Shisha dan Vape Juga Dapat Tingkatkan Risiko Covid-19

Selain Rokok, Shisha dan Vape Juga Dapat Tingkatkan Risiko Covid-19

Health | Rabu, 29 April 2020 | 02:30 WIB

Merokok Tingkatkan Risiko Terkena Virus Corona, Apakah Rokok Elektrik Juga?

Merokok Tingkatkan Risiko Terkena Virus Corona, Apakah Rokok Elektrik Juga?

Video | Minggu, 15 Maret 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB