Apakah Sabun Batang Aman Digunakan Selama Pandemi Covid-19?

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 03 Juni 2020 | 13:20 WIB
Apakah Sabun Batang Aman Digunakan Selama Pandemi Covid-19?
Ilustrasi sabun batang. (Shutterstock)

Suara.com - Para ahli mempertimbangkan apakah Anda harus mencuci tangan, wajah dan tubuh dengan sabun batangan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Air dan sabun merupakan hal yang penting ketika kita mencuci tangan demi mencegah penularan Covid-19. Tapi mungkin banyak di antara Anda yang lebih suka menggunakan sabun cair untuk mencuci tangan. Lalu, bagaimana dengan sabun batang, apakah aman digunakan selama pandemi Covid-19?

Sabun batang memang lebih mudah ditemukan dan biasanya harganya lebih murah daripada sabun cair. Tetapi masalahnya, sabun batang tampak kurang higienis dibandingkan sabun cair.

Nah, ketika sabun batang digunakan oleh beberapa orang sekaligus, apakah itu higienis dan aman untuk digunakan selama pandemi? Berikut fakta seputar sabun batang, seperti dilansir dari Huffpost.

Sabun Batang Bukanlah Lingkungan Yang Ramah Untuk Virus

Sabun bekerja melawan virus corona dengan cara merusak membran lipid yang mengelilingi virus, menyebabkan virus menjadi mati.

Sederhananya, ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa virus tidak dapat hidup dengan sabun apa pun, termasuk sabun batang. Itulah sebabnya Anda dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sesering mungkin.

Tetapi Bisakah Bakteri Hidup di Sabun Batang?

Perlu diingat bahwa bakteri dan virus adalah dua hal yang berbeda. Bakteri (seperti Staphylococcus aureus) tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui sabun, demikian kesimpulan sebuah penelitian pada tahun 1965.

Sebuah studi lanjutan pada tahun 1988 melihat apakah bakteri seperti E. coli dan Pseudomonas aeruginosa akan berpindah dari sabun batang yang terinfeksi ke kelompok uji. Hasil mengonfirmasi hasil penelitian awal bahwa bakteri pada sabun tidak dapat ditularkan melalui mencuci tangan.

Jika Anda masih tidak yakin, Anda selalu dapat mengambil tindakan pencegahan ekstra. Anda dapat menggunakan sabun cair daripada sabun batang, tetapi berhati-hatilah untuk tidak menyentuh bagian pompanya, karena Anda dapat berisiko terkontaminasi dari wadah.

“Sabun cair biasanya dikemas dalam wadah plastik, dan sangat sulit untuk menggunakannya tanpa menyentuh bagian luar,” kata Darien Sutton, seorang dokter IGD di New York.

Kapan Harus Menghindari Sabun Batang?

Sabun batang aman dan higienis untuk digunakan, tetapi Sutton menyarankan agar Anda menggunakan sabun batang Anda sendiri dan menjaganya terpisah dari sabun batangan yang digunakan oleh orang yang tinggal bersama Anda, terutama jika Anda atau mereka terinfeksi.

“Saya tidak berpikir ada bahaya serius jika satu orang berbagi sabun dengan yang lain, tetapi jika Anda mencoba untuk mengurangi risiko kontaminasi sebanyak mungkin, Anda harus menggunakan sabun Anda sendiri,” kata Sutton kepada HuffPost.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Kembali ke Sekolah, Peneliti Peringatkan Waspada 7 Gejala Covid-19 Ini

Anak Kembali ke Sekolah, Peneliti Peringatkan Waspada 7 Gejala Covid-19 Ini

Tekno | Selasa, 02 Juni 2020 | 10:44 WIB

Lebih Baik Mana, Pakai Sabun Cair atau Sabun Batang?

Lebih Baik Mana, Pakai Sabun Cair atau Sabun Batang?

Health | Kamis, 20 Februari 2020 | 22:17 WIB

Adu Kualitas, Bagus Mana Sabun Batang VS Sabun Cair?

Adu Kualitas, Bagus Mana Sabun Batang VS Sabun Cair?

Lifestyle | Sabtu, 02 Februari 2019 | 17:50 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB