Astaxanthin, Antioksidan Pada Udang dan Telur yang Baik untuk Imunitas

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Astaxanthin, Antioksidan Pada Udang dan Telur yang Baik untuk Imunitas
Ilustrasi udang mengandung astaxanthin. (Shutterstock)

Pakar mengatakan, antioksidan astaxanthin yang ada pada udang dan telur punya manfaat tinggi untuk menjaga imunitas. Simak penjelasannya.

Suara.com - Antioksidan merupakan elemen penting dalam menjaga imunitas tubuh untuk mencegah virus Corona Covid-19. Pakar mengatakan, antioksidan astaxanthin yang ada pada udang dan telur punya manfaat tinggi.

Disebutkan Dokter Spesialis Alergi-imunologi Prof. Dr Iris Rengganis, SpPD, KAI bahwa astaxanthin mengandung antioksidan yang tinggi dan baik untuk tubuh.

"Antioksidan pada astaxanthin bahkan 6 ribu kali lebih besar dari vitamin C dan langsung bekerja di dalam sel tubuh manusia," kata Iris dalam Webinar bersama Asthin dan Soho, Rabu (3/6/2020).

Ia menjelaskan bahwa tubuh yang kekurangan antioksidan akan mudah terserang penyakit. Karenanya ia menyarankan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak astaxanthin seperti udang, salmon, dan kuning telur.

Namun jika makanan tersebut dirasa terlalu mahal, ia menyarankan untuk menggantinya dengan suplemen. Tetapi perlu dipahami dalam mengkonsumsi suplemen astaxanthin tidak berlebihan dan sesuai usia. Sebaiknya memilik produk suplemen yang sudah memiliki bukti ilmiahnya.

Beragam cara mengolah telur menjadi hidangan lezat. (Shutterstock)
Telur mengandung astaxanthin. (Shutterstock)

"Yang penting perusahaan yang menawarkan astaxanthin memiliki bukti ilmiah yang kuat. Ini bertujuan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan kandungannya memang baik bagi kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, suplemen astaxanthin baru boleh dikonsumsi mulai usia 10 tahun ke atas dan dengan takaran yang sesuai.

"Takarannya ada 4, 6 dan 12 mililiter per pil per hari. Untuk anak-anak usia 10 tahun biasanya dosis kecil yang empat mililiter. Kalau ada riwayat penyakit jantung, bisa 12 mililiter dan untuk yang normal, enam," paparnya.

Iris menjelaskan bahwa astaxanthin merupakan Karotenoid atau pigmen alami yang membuat tanaman dan hewan berwarna merah.

Sehingga apabila mengonsumsi astaxanthin secara berlebihan, efek samping yang terjadi menyebabkan feses menjadi merah. Selain itu, menurut Iris belum diketahui dampak negatif lain dari astaxanthin. Tapi, ia mengingatkan agar sebaiknya mengonsumsi sesuai takaran.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS