Virus Corona yang Ada Di India Disebut Berbeda, Kok Bisa?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 05 Juni 2020 | 16:30 WIB
Virus Corona yang Ada Di India Disebut Berbeda, Kok Bisa?
Ilustrasi: Virus Corona yang Ada Di India Disebut Berbeda, Kok Bisa? (Shutterstock)

Suara.com - Kasus positif infeksi virus corona atau Covid-19 masih terus meningkat hingga hari ini.

Para ilmuwan dan pakar medis global memeras otak mereka untuk mengatur susunan genetik virus dan mengembangkan vaksin untuk hal yang sama.

Dalam penelitian terbaru, para ilmuwan di Pusat Biologi Seluler dan Molekuler (Hyderabad) telah mengidentifikasi sifat unik dalam virus SARS-CoV-2 yang ada di India.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa sifat ini berbeda dari yang lazim di berbagai belahan dunia.

Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].
Ilustrasi: Virus Corona yang Ada Di India Disebut Berbeda, Kok Bisa?[NIAID flickr].

Menurut para ilmuwan, kelompok populasi virus yang berbeda ini ditemukan pada 41 persen dari analisis genom virus SARS-CoV2 dalam sampel India.

Mereka menamai sifat khusus ini sebagai "Clade I / A3i". Penting untuk dicatat bahwa secara global hanya 3,5 persen dari genom yang dikirim ke domain publik memiliki sifat unik ini.

Para ilmuwan berspekulasi bahwa kluster ini mungkin berasal dari wabah pada bulan Februari 2020 dan kemudian menyebar ke seluruh India.

“Cluster ini tampaknya berasal dari wabah pada Februari 2020, dan menyebar ke seluruh India. Ini terdiri dari 41 persen dari semua genom SARS-CoV-2 dari sampel India, dan 3,5 persen genom global dikirim ke domain publik, "kata tweet itu.

Laporan yang diterbitkan dalam jurnal BioRxiv yang masih dalam peer review, lebih lanjut menyatakan bahwa penilaian epidemiologis menunjukkan bahwa nenek moyang yang sama muncul pada bulan Februari 2020.

Hal itu mungkin mengakibatkan wabah tersebut diikuti oleh penyebaran di seluruh negeri, sebagaimana dibuktikan oleh rendahnya perbedaan genom dari seluruh negeri.

Dalam sebuah wawancara dengan outlet media terkemuka, salah satu penulis penelitian menjelaskan bahwa meskipun terlalu dini untuk menguraikan apa yang dapat menyebabkan empat perbedaan dalam urutan clade A3i, itu berpotensi berpotensi membuat virus semakin lemah.

Dalam wawancara yang sama dengan outlet media, penulis lebih jauh menguraikan bahwa clade A3i juga terlihat bermutasi secara lambat daripada clade A2a yang "mungkin tidak menguntungkan untuk virus".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Bisa Menyerang Otak, Apa Dampaknya?

Virus Corona Bisa Menyerang Otak, Apa Dampaknya?

Health | Jum'at, 05 Juni 2020 | 15:58 WIB

Lagi, Virus Corona Disebut Hasil Rekayasa Ilmuwan China

Lagi, Virus Corona Disebut Hasil Rekayasa Ilmuwan China

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2020 | 13:06 WIB

Pria Botak Lebih Berisiko Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya!

Pria Botak Lebih Berisiko Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya!

Health | Jum'at, 05 Juni 2020 | 12:39 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB