Ini 5 Cara Membuat Bayi Cepat Tertidur

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 06 Juni 2020 | 13:26 WIB
Ini 5 Cara Membuat Bayi Cepat Tertidur
Ilustrasi bayi tidur. (Shutterstock)

Suara.com - Tantangan bagi para orangtua, khususnya orangtua baru, adalah membuat bayi tidur cepat, sehingga mereka juga bisa ikut beristirahat atau mengerjakan pekerjaan lain.

Tapi pastinya tidak semudah itu, karena setiap anak punya ciri dan tingkat kenyamanannya sendiri. Jadi, orangtua harus bisa membuat bayi merasa nyaman. Lima cara berikut, mengutip laman Parents, Sabtu (6/6/2020), mungkin bisa ditiru.

1. Letakkan bayi di tempat tidur saat mengantuk

Itulah mengapa pentingnya memperhatikan ritme biologis alami bayi, dan pastikan orangtua membaca tanda-tanda bayi mengantuk. Saat bayi mengantuk, maka langsung letakkan ia di tempat tidur.

Dengan cara ini, bayi akan langsung melepaskan hormon melatonin atau hormon tidur yang kuat, sehingga ia bisa tidur dengan cepat. Jika bayi belum mengantuk sudah diletakkan di tempat tidur, hormon melatoninnya sulit lepas.

2. Pastikan suasana di sekitar tenang

Ini cara bagaimana mencontoh keadaan di dalam rahim, di mana suasananya tenang dan gelap. Dengan begini, bayi lebih cepat tertelap dan terpejam. Jangan lupa memasang suara desis yang menenangkan, seperti suara mesin yang lembut, contohnya deru kipas angin, atau deru pendingin ruangan.

3. Turunkan temperatur ruangan

Tidak hanya orang dewasa, bayi juga akan tertidur lelap saat suhu di sekitar berubah menjadi sejuk dan dingin. Coba ubah suhu ruangan berubah antara 20 hingga 25 derajat Celcius untuk memberikan kenyamanan pada bayi.

4. Selalu sigap

Bayi memiliki indra yang lebih sensitif, jika ada yang berubah akan merusak kenyamanannya dalam tidur. Misalnya, celananya tiba-tiba basah, susu habis, muntah, dan sebagainya.

Jadi pastikan di sekitar tempat tidur tersedia segala kebutuhan bayi, seperti popok, tisu, minyak aroma terapi, hingga susu, agar ketidaknyamanan bayi bisa segera diatasi.

5. Geser zona waktu tidur bayi

Bayi mungkin terbiasa bangun jam 3 pagi, di saat harusnya ia terlelap. Itu adalah kebiasaan tidur yang perlu diperbaiki. Caranya dengan menggeser ritme sirkadian bayi Anda dengan ritme yang baru.

Prosesnya bisa dimulai dengan menguasai atau menggeser waktu makan, tidur siang, dan mandi ke waktu setelahnya. Misalnya digeser setiap 15 menit setiap hari, maka dengan sendirinya ritme tidur bayi akan berubah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Atur Jadwal Tidur Bayi, Orangtua Bisa Berikan Stimulasi Cahaya Hingga Suara

Atur Jadwal Tidur Bayi, Orangtua Bisa Berikan Stimulasi Cahaya Hingga Suara

Health | Rabu, 20 Mei 2020 | 16:07 WIB

Lima Alasan Mengapa Sebaiknya Bayi tak Tidur Pakai Bantal

Lima Alasan Mengapa Sebaiknya Bayi tak Tidur Pakai Bantal

Health | Selasa, 23 Juli 2019 | 16:55 WIB

Ini Caranya Agar Bayi Bisa Tertidur Sendiri

Ini Caranya Agar Bayi Bisa Tertidur Sendiri

Health | Senin, 07 Januari 2019 | 10:58 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB