Suara.com - Bagi yang belum pernah melakukannya, kegiatan mendongeng sangatlah menyulitkan. Padahal dongeng punya banyak manfaat untuk perkembangan anak.
Terlepas kesulitan yang dihadapi orangtua atau guru saat mendongeng untuk anak muridnya, banyak dari mereka yang sering lupa dan melakukan kesalahan saat mendongeng.
Dosen sekaligus praktisi Storytelling dr. Ida Farida dalam diskusi Webinar Sun Smile Kids, Sabtu (6/6/2020) mengingatkan mereka yang mendongeng untuk tidak langsung membubarkan kegiatan usai cerita selesai dibacakan.
"Setelah bercerita, mendongeng, membacakan buku setelah kadang anak masih senang dengan sesi cerita disarankan tidak segera menutup dan keluar dari ruangan," ujar dr. Ida.

Ada baiknya kata dia setelah melakukan kegiatan itu biarkan anak-anak mencerna sejenak isi cerita, lihat antusias mereka, lalu berilah pertanyaan atau pancing mereka untuk bercerita.
"Berikan waktu berdiskusi dengan anak, apa yang disukai dari cerita tadi," katanya.
Atau bisa juga momen itu dijadikan sebagai saat memberikan nasihat positif. Tapi, ingat cara penyampaiannya harus dalam frekuansi anak dan bisa diterima oleh mereka.
Kata dr. Ida cara ini akan ampuh dan efektif mendorong anak untuk berpikir kritis tentang kisah yang disampaikan. Syukur-syukur anak bisa mencerna dan membandingkannya dengan kehidupan nyata yang ia jalani.
"Ini juga akan mendorong anak berpikir kritis apa yang dibacakan, bisa juga diisi menggambar dan bercerita yang dilihat dalam imajinasinya. Bisa juga bermain peran, atau menceritakan kembali," tutupnya.