Navigasi Berjarak Ribuan Km, Pasien Kanker Dioperasi dengan Bantuan Robot

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Senin, 08 Juni 2020 | 08:00 WIB
Navigasi Berjarak Ribuan Km, Pasien Kanker Dioperasi dengan Bantuan Robot
Ilustrasi operasi di perut [Shutterstock]

Suara.com - Pembatasan perjalanan selama pandemi virus corona membuat seorang pria berusia 31 tahun dioperasi oleh robot bernama Da Vinci XI. Bukan operasi ringan, ia menjalani prosedur untuk mengekstraksi tumor 5 cm yang melekat pada dua pembuluh darah utama di perutnya.

Dilansir dari The Sun, Archie Fernando, konsultan ahli bedah urologi di Guy's and St Thomas NHS Foundation Trust melakukan operasi pada Mo Tajer (31) dari West Hampstead, London pada 21 Mei.

Dengan bantuan teknologi augmented-reality, Fernando dipandu oleh pakar Jim Porter, direktur medis untuk bedah robot di Pusat Medis Swedia di Seattle. Porter menavigasi operasi Fernando dari ruang tamu rumahnya yang berjarak 7563 km dari meja operasi.

Dokter Porter sendiri merupakan salah satu praktisi laparoskopi terkemuka di dunia, ia juga dikenal sebagai bedah perut lubang kunci.

"Rasanya seperti menjadi pemain di lapangan tenis dan memiliki pelatih disampingnya," kata Fernando.

Meski dipandu jarak jauh, operasi revolusioner itu sukses dan pasien telah pulih.

"Setiap hari saya bangun dan saya merasa lebih kuat dan lebih kuat," kata Tajer.

Ilustrasi robot (Shutterstock).
Ilustrasi robot (Shutterstock).

Tajer didiagnosis menderita kanker testis dan menjalani empat siklus kemoterapi yang mengecilkan sebagian besar kanker. Tetapi hasil pemindaian mengungkapkan tumor telah melekat pada arteri utama yang membawa darah menjauh dari jantung dalam tubuh dan vena cava inferior.

Tidak dapat terbang ke Seattle untuk berkonsultasi dengan spesialis, yakni dokter Porter selama krisis Covid-19. Dokter Fernando memutuskan untuk berkonsultasi lebih jauh di pusat kanker Guy.

baca juga

Teknologi yang terlibat dalam bedah sebelumnya telah digunakan untuk membantu ahli bedah yang beroperasi di zona perang.

Fernando menggunakan teknologi dari Proximie, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Nadine Hachach-Haram, seorang konsultan bedah plastik dan kepala inovasi klinis di Guy's and St Thomas.

Porter mengatakan bahwa ini bisa menjadi teknologi masa depan. Di ruang operasi, Fernando dapat melihat bagaimana Porter menggunakan jari-jarinya untuk menunjukkan di mana sayatan dapat dibuat dengan lengan robot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Thailand, Robot Anjing Berkeliaran Bagikan Hand Sanitizer

Di Thailand, Robot Anjing Berkeliaran Bagikan Hand Sanitizer

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 18:31 WIB

Kurangi Kontak Fisik Manusia Akibat Covid-19, Restoran Ini Pekerjakan Robot

Kurangi Kontak Fisik Manusia Akibat Covid-19, Restoran Ini Pekerjakan Robot

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2020 | 14:52 WIB

Keren Banget! Cegah Covid-19, Ada Robot Jadi Barista di Korea Selatan

Keren Banget! Cegah Covid-19, Ada Robot Jadi Barista di Korea Selatan

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2020 | 17:48 WIB

Terkini

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

×