Ketua IDI Ungkap Jalan Panjang Menjadi Dokter di Indonesia

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Senin, 08 Juni 2020 | 11:11 WIB
Ketua IDI Ungkap Jalan Panjang Menjadi Dokter di Indonesia
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Suara.com - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan, setidaknya ada 32 dokter Indonesia yang menjadi korban jiwa pandemi Covid-19

Kata Daeng, tragedi tersebut merupakan pukulan telak dunia kedokteran, mengingat menjadi dokter memerlukan perjuangan panjang.

Ditambah lagi jumlah dokter di Indonesia yang masih sedikit untuk bisa melayani lebih dari 270 juta penduduk Indonesia.

Daeng mengatakan untuk menjadi dokter umum di Indonesia, setidaknya membutuhkan waktu minimal 6 tahun ditambah dengan magang di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit.

"Kalau dokter umum itu sampai lulus itu sekarang minimal 5 tahun, ada istilahnya program intensif, program pemagangan ke puskesmas atau ke rumah sakit itu selama 1 tahun, jadi kira-kira minimal untuk menjadi dokter umum itu kira-kira 6 tahun," ujar Daeng saat berdiskusi di channel youtube Aagym Official, Senin (8/6/2020).

Jika seorang dokter umum ingin menjadi dokter spesialis, maka ia harus melanjutkan sekolah kembali.

Tak main-main, selama sekolah spesialis para dokter tidak bisa praktik dan harus konsentrasi meneruskan sekolahnya.

"Untuk menjadi spesialis beragam, kalau spesialis seperti bedah kemudian jantung, penyakit dalam itu biasanya sekitar 4 tahun, itu kalau lancar. Jadi nggak pernah mengulang dia total kalau dijumlah dari dokter umum ke dokter spesialis sekitar 10 tahun, kalau lancar," papar Daeng.

Praktik dan magang di rumah sakit ini juga kata Daeng berbeda, apalagi mereka yang sekolah dengan beasiswa dan uang negara, maka ada keharusan lebih dulu mengabdi ke daerah yang membutuhkan kehadiran dokter.

"Ada yang bisa langsung ada yang kawan-kawan kerja. Biasanya kerja dulu mengabdi dulu di daerah, apalagi yang dulu waktu sekolah dibantu pemerintah atau pemerintah daerah itu biasanya mengabdi kemudian sekolah lagi spesialis," imbuhnya.

Biasanya kata Daeng, untuk mengatasi kebutuhan biaya hidup selama menempuh spesialis, mereka akan berpraktik dulu sebagai dokter umum dan menabung baru kembali melanjutkan pendidikan.

"Jadi mungkin tanggungan jadi dokter umum dipakai untuk biaya selama menempuh spesialis untuk 4 tahun, jadi vakum tidak bekerja selama bersekolah," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahal, Ketua IDI Ungkap Rerata Biaya Sekolah Kedokteran di Indonesia

Mahal, Ketua IDI Ungkap Rerata Biaya Sekolah Kedokteran di Indonesia

Health | Senin, 08 Juni 2020 | 10:49 WIB

Krisis Ganda Venezuela: Langka BBM di Tengah Wabah Covid-19

Krisis Ganda Venezuela: Langka BBM di Tengah Wabah Covid-19

Video | Senin, 08 Juni 2020 | 09:59 WIB

Tips Aman Bersepeda di Tengah New Normal Pandemi Covid-19

Tips Aman Bersepeda di Tengah New Normal Pandemi Covid-19

Lifestyle | Senin, 08 Juni 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB