alexametrics

Potret Ngenes Zimbabwe, Hadapi Pandemi Dalam Kelaparan dan Kekeringan

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana
Potret Ngenes Zimbabwe, Hadapi Pandemi Dalam Kelaparan dan Kekeringan
Anak-anak di Zimbabwe makan sadza (WFP)

Rakyat Zimbabwe mau tidak mau menjalani masa pandemi Covid-19 dengan kemiskinan, kekeringan, hingga kelaparan.

Suara.com - Salah satu negara di Afrika, Zimbabwe menghadapi pandemi virus corona dengan berbagai masalah lain yang belum terselesaikan.

Negara dengan jumlah 287 kasus positif itu baru berhasil menyembuhkan sekitar 46 orang, sementara 4 lainnya meninggal dunia.

Zimbabwe harus mengalami pandemi sembari mengatasi masalah kelaparan, kemiskinan, dan kekeringan parah. Berikut beberapa potret bagaimana ngenesnya masyarakat Zimbabwe melawan virus corona.

Kekeringan

Baca Juga: Viral Gadis Bandung Syifa Aafiyah Hilang Sepekan Dilaporkan ke Polisi

Meskipun lockdown tampaknya telah membantu banyak negara, namun langkah-langkah itu masih dipertanyakan di Zimbabwe.

"Ya, seluruh dunia dalam keadaan terkunci, itu hal yang tepat untuk dilakukan. Tetapi tanpa air, itu adalah latihan yang sia-sia dan serius. Listrik pun langka." kata Shami Fred, seorang ahli epidemiologi, kepada Al Jazeera.

Kekeringan di Zimbabwe tahun 2019, berefek hingga sekarang (WFP)
Kekeringan di Zimbabwe tahun 2019, berefek hingga sekarang (WFP)

Mencuci tangan dengan sabun dan air yang sering dan menyeluruh adalah salah satu senjata paling dasar melawan virus corona, tetapi di Harare (salah satu kota di Zimbabwe), satu juta orang tidak memiliki akses air mengalir.

"Kami tidak memiliki air selama tiga hari," kata Nozipho Mpambawashe, seorang ibu berusia 25 tahun pada Al Jazeera.

"Kami khawatir karena kami tidak memiliki pasokan air yang dapat diandalkan. Bahkan dengan lockdown, saya masih akan membutuhkan air untuk bebersih, mencuci, memasak, dan minum," katanya.

Baca Juga: Usia 23 Tahun Penghasilan Sudah Rp1 M, Indra Kesuma Pernah Jadi Korban Tipu

Zimbabwe masih bergulat dengan dampak kekeringan dahsyat tahun 2019.

Komentar