Ahli: Wanita Hamil Berkulit Hitam Lebih Berisiko Terinfeksi Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 10 Juni 2020 | 16:44 WIB
Ahli: Wanita Hamil Berkulit Hitam Lebih Berisiko Terinfeksi Virus Corona
Ilustrasi wanita hamil berkulit hitam (shutterstock)

Suara.com - Wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang dianggap rentan terinfeksi virus corona Covid-19. Tapi, wanita hamil berkulit hitam disebut lebih berisiko daripada lainnya.

Sebanyak 427 wanita hamil yang diteliti antara awal Maret hingga April 2020, lebih dari setengahnya berasal dari ras kulit hitam yang memiliki risiko 3 kali lipat terinfeksi virus corona Covid-19.

Sebagian besar dari wanita hamil berkulit hitam ini menderita sakit parah dan menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi hamil tua atau kehamilan trimester akhir.

Meskipun bayi bisa terinfeksi virus, tapi para peneliti mengatakan bahwa hal itu tidak biasa terjadi. Berdasarkan data untuk wanita hamil dengan virus corona yang menjalani perawatan di 194 unit kebidanan di Inggris selama 6 minggu, menunjukkan:

1. 56 persen dari ras kulit hitam, Asia atau kelompot etnis minoritas lainnya (25 persen Asia, 22 persen berkulit hitam)
2. 70 persen kelebihan berat badan dan obesitas
3. 40 persen berusia 35 tahun ke atas
4. 34 persen memiliki kondisi kesehatan kronis yang mendasarinya

Ilustrasi wanita berkulit hitam [shutterstock]
Ilustrasi wanita berkulit hitam [shutterstock]

Prof Marian Knight, profesor kesehatan populasi ibu dan anak dari Universitas Oxford, mengatakan sebanyak 20 persen wanita yang melahirkan berasal dari latar belakang kulit hitam dan etnis minoritas (BAME) dalam masa normal.

Sebuah studi di British Medical Journal pun menyatakan bahwa tingginya proporsi wanita hamil dari kelompok kulit hitam dan etnis minoritas atau black, Asian, and minority ethnic (BAME) yang dirawat di rumah sakit akibat Covid-19 perlu diselidiki.

Meskipun obesitas dan usia termasuk faktor yang memengaruhi tingkat risiko seseorang terinfeksi virus corona. Tapi, ada faktor risiko yang lebih tinggi pada kelompok etnis minoritas.

Prof Knight menyatakan bahwa tingginya risiko wanita hamil BAME yang terinfeksi virus corona bukan persoalan sederhana yang mudah dipecahkan.

Prof Knight juga mengatakan berbicara perihal perempuan BAME bukan berarti mereka yang berasal dari satu kelompok memiliki persoalan yang sama. Faktor risiko perempuan berkulit hitam juga dipengaruhi oleh pekerjaan, penggunaan transportasi dan budaya.

"Covid-19 adalah lensa yang menunjukkan betapa pentingnya perbedaan," kata Prof Knight dikutip dari BBC.

Menurut Prof Knight sendiri, wanita dari kelompok tertentu cenderung ragu-ragu untuk mencari bantuan medis lebih awal ketika mengalami gejala virus corona Covid-19. Masalah itulah yang mungkin membuat mereka menderita virus corona parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stres Karena Pandemi Virus Corona Covid-19? Redakan dengan 5 Makanan Ini!

Stres Karena Pandemi Virus Corona Covid-19? Redakan dengan 5 Makanan Ini!

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2020 | 15:27 WIB

Kabar Baik, Jepang Catatkan Nol Kasus Baru Virus Corona Covid-19

Kabar Baik, Jepang Catatkan Nol Kasus Baru Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 13:33 WIB

Penggunaan Masker Bisa Picu Hiperkapnia, Atasi dengan Cara Ini

Penggunaan Masker Bisa Picu Hiperkapnia, Atasi dengan Cara Ini

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB