Kronologi Perawat Meninggal karena Covid-19, Ini Gejala Pertamanya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 12 Juni 2020 | 17:21 WIB
Kronologi Perawat Meninggal karena Covid-19, Ini Gejala Pertamanya!
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Suara.com - Tenaga medis merupakan salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi virus corona Covid-19, termasuk perawat Dominga David. Karena, mereka yang berada di garda terdepan untuk melawan pandemi virus corona.

Dominga David adalah seorang perawat yang bertugas di University Hospital Llandough di Cardiff selama pandemi. Wanita 62 tahun itu sudah berpengalaman menjadi perawat bertahun-tahun.

Tetapi, Dominga mulai terlihat tidak sehat ketika bertugas di University Hospital Llandough. Akhirnya, ia pun dipulangkan ke rumah karena suhu tubuhnya yang tinggi pada 31 Maret 2020.

Saat istirahat di rumah, Dominga merasa semakin sulit untuk pulih meskipun sudah melakukan berbgai cara yang benar sesuai prosedur.

Lima hari kemudian, Dominga mulai menjalani perawatan medis karena batuk persisten, demam dan sakit otot pada 5 April 2020.

Setelah 2 bulan merasa kesakitan dan menjalani perawatan medis, kondisi Dominga tak terselamatkan. Tapi, Dominga tidak sempat menjalani pemeriksaan post-mortem.

Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Tapi, ahli medis menyimpulkan Dominga positif virus corona Covid-19 akibat tertular dari pasiennya. Karena itu, Covid-19 dianggap sebagai salah satu faktor penyebab kematiannya.

Kedua, ahli medis juga menyatakan bahwa Dominga menderita iskemik usus dan hipertensi. Menurut Kevin Varty, ahli bedah pembuluh darah di Addenbrooke's Hospital Cambridge di British Heart Foundation (BHF) pun menjelaskan maksud iskemik usus.

"Iskemik usus adalah peredaran darah langka yang mulai di mana arteri untuk memasok usus terpengaruh," kata Kevin dikutip dari Express.

Iskemik usus lebih rentan terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun. Orang yang pernah memiliki masalah jantung dan hipertensi juga termasuk orang yang rentan mengalami kondisi ini.

Pada iskemik usus kronis, yang memengaruhi usus kecil, penyempitan pembuluh darah usus menyebabkan nyeri perut bagian tengah dan atas setelah makan.

"Ketika ini parah, pasien perlu menurunkan berat badan. Kondisi ini juga akan menyebabkan sakit perut parah," jelas Kevin.

Gejala lain dari iskemik usus juga termasuk diare, muntah dan sering buang air. Iskemik usus akut juga biasanya disebabkan oleh emboli, yang menyebabkan penyumbatan arteri usus secara mendadak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merajalela! Sehari Tambah 1.111 Pasien Corona, Total 36.406 Orang

Merajalela! Sehari Tambah 1.111 Pasien Corona, Total 36.406 Orang

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 15:59 WIB

Waspada Infeksi Virus Corona Covid-19, Cek Warna Urine!

Waspada Infeksi Virus Corona Covid-19, Cek Warna Urine!

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 15:22 WIB

Hati-Hati, Perut Kembung Bisa Jadi Tanda Penyakit Autoimun!

Hati-Hati, Perut Kembung Bisa Jadi Tanda Penyakit Autoimun!

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 14:15 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB