Waspada Tanda Serangan Jantung di Wajah, Ini Temuan Peneliti!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 13 Juni 2020 | 13:38 WIB
Waspada Tanda Serangan Jantung di Wajah, Ini Temuan Peneliti!
Ilustrasi tanda-tanda serangan jantung pada wajah (shutterstock)

Suara.com - Sebagian besar serangan jantung disebabkan oleh penyakit jantung koroner (PJK), suatu kondisi yang mana arteri koroner menyempit akibat penumpukan lemak secara bertahap. Kondisi ini juga disebuta atheroma.

Menurut British Heart Foundation, atheroma yang pecah bisa membentuk gumpalan darah di sekitarnya. Gumpalan darah itulah yang bisa memblokir arteri koroner, baik penyumbatan parsial atau penyumbatan total.

Penyumbatan menyebabkan otot jantung kekurangan darah dan oksigen, sehingga memicu serangan jantung. Sehingga Anda bisa tiba-tiba jatuh ke lantai dengan nyeri dada yang menyakitkan.

Serangan jantung yang tidak ditangani cepat bisa menyebabkan kematian. Karena itu, Anda perlu menyadari tanda-tanda serangan jantung sebelum kejadian.

Meskipun nyeri dada adalah tanda utama serangan jantung, tapi Anda bisa mendeteksi adanya risiko serangan jantung pada wajah.

Sebuah penelitian di Denmark yang melibatkan sekitar 10.500 orang menunjukkan bahwa risiko seseorang terkena serangan jantung bisa terlihat dari wajah.

Ilustrasi serangan jantung. (Shutterstock)
Ilustrasi serangan jantung. (Shutterstock)

"Temuan kami menunjukkan bahwa daun telinga yang kisut, kelopak mata, bintik-bintik di kepala dan garis rambut mencerminkan usia biologis tubuh," kata Anne Tybjærg-Hansen, seorang profesor klinis di Universitas Kopenhagen dikutip dari Express.

Profesor Tybjærg-Hansen pun menjelaskan penelitiannya menemukan adanya hubungan antara tanda-tanda di wajah dengan peningkatan risiko serangan jantung. Penelitian ini tentu tidak tergantung pada usia kronologis dan faktor risiko lain untuk penyakit jantung.

Sebanyak lebih dari 10.000 orang usia 20 tahun ke atas diperiksa selama 35 tahun untuk melihat tanda-tanda penuaan, termasuk tingkat rambut yang mulai memutih, keriput, kebotakan, kerutan daun telinga dan endapan kolesterol pada kelopak mata serta kornea.

Para peneliti juga memeriksa berat badan, kadar kolesterol, tekanan darah, kebiasaan merokok dan kemungkinan penyakit lain, seperti diabetes.

Setelah 35 tahun berlalu, para peneliti kembali melihat catatan medis peserta penelitian. Hasilnya, sebanyak 3.401 menderita penyakit jantung dan 1.708 menderita serangan jantung.

Dalam analisis data ini, para peneliti harus menyaring data untuk fokus pada kolerasi antara tanda-tanda penuaan yang terlihat dan risiko pengembangan penyakit jantung, tidak tergantung usia dan faktor risiko lain.

Kemudian peneliti menghubungkan peningkatan risiko masalah jantung dengan bintik-bintik di kepala, garis rambut, kolesterol pada kelopak mata dan kerutan di daun telinga.

"Seseorang mungkin saja mengalami serangan jantung tanpa mengalami semua gejalanya, setiap orang juga bisa mengalami rasa sakit yang berbeda," jelas BHF.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Sembarangan! 5 Bahan Alami Ini Tidak Boleh Dijadikan Masker Wajah

Jangan Sembarangan! 5 Bahan Alami Ini Tidak Boleh Dijadikan Masker Wajah

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2020 | 11:04 WIB

Melambat atau Meningkat, Perubahan Detak Jantung Bisa Jadi Tanda Bahaya!

Melambat atau Meningkat, Perubahan Detak Jantung Bisa Jadi Tanda Bahaya!

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 11:14 WIB

Waspada Serangan Jantung, Cobalah Cek Kondisi Urine!

Waspada Serangan Jantung, Cobalah Cek Kondisi Urine!

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 14:04 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB