Jadi Pionir, Perusahaan Ini Uji Coba Obat Covid-19 dari Plasma Sapi

Vania Rossa | Frieda Isyana Putri | Suara.com

Jum'at, 19 Juni 2020 | 14:58 WIB
Jadi Pionir, Perusahaan Ini Uji Coba Obat Covid-19 dari Plasma Sapi
Ilustrasi obat Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Jadi Pionir, Perusahaan Ini Uji Coba Obat Covid-19 dari Plasma Sapi

Sebuah perusahaan di South Dakota dilaporkan sedang bersiap untuk memulai uji coba manusia terhadap pengobatan virus corona yang berasal dari plasma sapi, demikian dilaporkan Fox News.

Para peneliti di SAB Biotherapeutics menginjeksi sejumlah sapi yang dimodifikasi secara genetik dengan bagian tak menular dari virus penyebab Covid-19.

Proses ini menyebabkan sapi-sapi tersebut akan memproduksi antibodi alami yang akan melawan penularan.

Sapi-sapi ini dimodifikasi secara genetik untuk memiliki sistem imun manusia, dan hasil tes mengungkapkan kini mereka memproduksi antibodi empat kali lebih kuat daripada pasien Covid-19 yang telah pulih.

"Hewan-hewan ini memproduksi antibodi penetral yang membunuh virus corona baru di dalam laboratorium," terang CEO perusahaan tersebut, Eddie Sullivan.

Hasil obatnya yang disebut dengan SAB-185 akan diujicobakan pada manusia bulan depan.

Meski begitu, perusahaan tersebut tidak mengungkapkan berapa banyak orang yang akan terlibat dalam uji klinis tersebut maupun seberapa lama mereka akan melakukan pengujian.

Apabila obat ini berhasil, Sullivan mengatakan terapi obat ini secara potensial dapat mengobati pasien kondisi parah dan memberikan antibodi perlindungan bagi tenaga kesehatan garda depan, serta pada populasi berisiko tinggi, seperti lansia dan pengidap masalah imun.

SAB-185 dikembangkan dari strain virus asli Wuhan, namun juga menunjukkan hasil penetralan yang sangat kuat terhadap strain paling umum di Amerika Serikat, lanjut dia.

Tes-tes awalan menunjukan bahwa pengobatan antibodi menunjukkan aktivitas penetralan kuat, menurut William Klimstra, anggota Pusat Riset Vaksin di University of Pittsburgh, yang terlibat dalam studi tersebut.

"Kami sedang berada dalam tahap awal untuk mengevaluasi SAB-185, namun hasil awalan cukup menjanjikan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Efek Bahaya, Dexamethasone Tak Boleh Dikonsumsi untuk Jangka Panjang

Punya Efek Bahaya, Dexamethasone Tak Boleh Dikonsumsi untuk Jangka Panjang

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2020 | 12:00 WIB

WHO: Deksametason untuk Pasien Parah, Bukan Gejala Ringan atau Cegah Corona

WHO: Deksametason untuk Pasien Parah, Bukan Gejala Ringan atau Cegah Corona

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 15:03 WIB

Belajar dari Hidroksiklorokuin, Ahli Tegaskan Hati-Hati Soal Deksametason

Belajar dari Hidroksiklorokuin, Ahli Tegaskan Hati-Hati Soal Deksametason

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 14:48 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB