Pasien Corona Etnis Asia Selatan Lebih Risiko Meninggal di RS Inggris

Ririn Indriani

Sabtu, 20 Juni 2020 | 09:59 WIB
Pasien Corona Etnis Asia Selatan Lebih Risiko Meninggal di RS Inggris
Ilustrasi petugas medis yang menangani pasien Covid-19. (BBC)

Dia menambahkan: "Mereka rata-rata 12 tahun lebih muda, itu perbedaan besar, dan mereka cenderung tidak menderita demensia, obesitas atau penyakit paru-paru, tetapi tingkat diabetes yang sangat tinggi."

Sekitar 40% pasien Asia Selatan menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2 dibandingkan dengan 25% kelompok kulit putih.

Diabetes memiliki efek ganda yaitu meningkatkan risiko infeksi dan merusak organ tubuh, yang dapat memengaruhi kemampuan untuk bertahan hidup dari infeksi virus corona.

Hal ini dianggap sebagai faktor utama dalam meningkatkan angka kematian pada orang-orang dari etnis Asia Selatan, tetapi gambaran lengkapnya belum terungkap.

Penjelasan lain dapat mencakup kemiskinan atau perbedaan kecil secara genetis yang meningkatkan risiko infeksi serius, kata para peneliti.

Temuan ini telah dipublikasikan secara online sebelum dipublikasikan secara resmi dalam jurnal medis.

Namun, hasilnya telah diberikan ke kelompok penasihat ilmiah pemerintah Inggris - Sage - lebih dari sebulan yang lalu.

Laporan itu mengatakan etnisitas sekarang mungkin perlu dipertimbangkan bersamaan dengan usia dan masalah kesehatan lainnya ketika memutuskan siapa yang mendapat vaksin jika tersedia.

Masalah yang sama muncul dalam memutuskan siapa yang harus dilindungi dan apakah beberapa orang memerlukan perlindungan ekstra di tempat kerja.

baca juga

"Itu memang memiliki implikasi luas yang sulit untuk dihadapi," kata Harrison kepada BBC.

"Haruskah ada kebijakan berbeda bagi perawat Asia Selatan yang berada di garis depan dengan perawat kulit putih - itu yang benar-benar rumit."

Studi ini menunjukkan semua etnis minoritas memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk membutuhkan perawatan intensif daripada orang-orang keturunan kulit putih.

Sebagian dari alasannya adalah kemungkinan karena penyakit menjadi lebih parah. Namun, faktor lain adalah orang kulit putih lebih tua dan mengalami gejala yang lebih parah sehingga ventilasi dalam perawatan intensif mungkin bukan pilihan.

Namun, perbedaannya bukan tentang akses ke layanan kesehatan.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa semua etnis yang tiba di rumah sakit pada tahap yang sama saat menderita Covid-19 menunjukkan tidak ada penundaan antar etnis dalam mendapatkan bantuan.

Analisis sebelumnya oleh Kesehatan Masyarakat Inggris menunjukkan tingkat kematian orang-orang keturunan Bangladesh adalah dua kali lebih tinggi daripada orang kulit putih.

Sementara kelompok etnis kulit hitam, Asia dan minoritas lainnya memiliki risiko kematian antara 10% dan 50% lebih tinggi. Meskipun itu tidak memperhitungkan faktor-faktor lain seperti pekerjaan, masalah kesehatan dan obesitas.

Vitamin D dan penyakit jantung?

Sementara itu, penelitian dari Queen Mary University, London menyebutkan penderita penyakit jantung dan kadar vitamin D tidak menjelaskan peningkatan risiko virus corona pada orang kulit hitam, Asia, dan etnis minoritas.

Penderita gangguan jantung dan kadar vitamin D disebut sebagai satu penjelasan terkait risiko pada beberapa kelompok.

Para peneliti menggunakan data dari studi Biobank Inggris. Penelitian itu mengikuti sejumlah orang sepanjang hidup mereka, termasuk selama pandemi, dan memiliki informasi pribadi dan medis yang terperinci tentang orang yang ikut serta.

Penelitian itu tidak melihat kematian, melainkan siapa yang dites positif virus di rumah sakit.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Public Health, menunjukkan berat badan, kemiskinan, dan rumah yang ditempati banyak anggota keluarga berkontribusi pada peluang yang lebih tinggi untuk mengidap virus itu.

Peneliti Dokter Zahra Raisi-Estabragh dan Profesor Steffen Petersen mengatakan kepada BBC, "Meskipun beberapa faktor yang kami pelajari tampak penting, tidak ada yang secara memadai menjelaskan perbedaan etnis."

Bahkan setelah memperhitungkannya, orang-orang dari etnis minoritas masih 59% lebih mungkin untuk terkonfirmasi positif daripada mereka yang berlatar belakang kulit putih, dan alasannya masih belum diketahui.

Raisi-Estabragh dan Petersen menambahkan: "Ini adalah pertanyaan yang sangat penting dan sesatu yang perlu kita atasi segera.

"Ada berbagai kemungkinan penjelasan termasuk sosiologis, ekonomi, pekerjaan dan faktor biologis lainnya seperti kerentanan genetik yang berbeda yang perlu dipertimbangkan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Skenario AI Musnahkan Semua Umat Manusia di Bumi

5 Skenario AI Musnahkan Semua Umat Manusia di Bumi

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:24 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Peneliti UGM Soroti Regulasi Layanan Kurir Online yang Dinilai Ketinggalan Zaman

Peneliti UGM Soroti Regulasi Layanan Kurir Online yang Dinilai Ketinggalan Zaman

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:40 WIB

BRIN Bawa 200 Produk Inovasi ke Istana: Fokus pada Pangan, Energi, dan Kesehatan

BRIN Bawa 200 Produk Inovasi ke Istana: Fokus pada Pangan, Energi, dan Kesehatan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:21 WIB

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?

Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:00 WIB

Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan

Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:14 WIB

Terkini

Irjen Herry Heryawan Dapat Tugas Baru, Kapolda Riau Dijabat Irjen Arman Achdiat

Irjen Herry Heryawan Dapat Tugas Baru, Kapolda Riau Dijabat Irjen Arman Achdiat

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Makin Panas! Netizen Malaysia Serang Jennifer Hubner hingga Ancam Boikot Produk Indonesia

Makin Panas! Netizen Malaysia Serang Jennifer Hubner hingga Ancam Boikot Produk Indonesia

Entertainment | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:05 WIB

3 Setrika Alas Keramik yang Murah, Anti Lengket dan Tak Merusak Bahan Pakaian

3 Setrika Alas Keramik yang Murah, Anti Lengket dan Tak Merusak Bahan Pakaian

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Komunitas Ini Bikin Tren Baru Akhir Pekan Bareng Anjing Kesayangan

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Komunitas Ini Bikin Tren Baru Akhir Pekan Bareng Anjing Kesayangan

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Kapolri Suyudi Mulai Tata Jajaran, Puluhan Petinggi Polri Dilantik dan Sertijab Malam Ini

Kapolri Suyudi Mulai Tata Jajaran, Puluhan Petinggi Polri Dilantik dan Sertijab Malam Ini

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Orang Tua Kini Bisa Atur WhatsApp Anak Remaja, Chat Tetap Privat

Orang Tua Kini Bisa Atur WhatsApp Anak Remaja, Chat Tetap Privat

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Cara Membersihkan Kompor Gas Biar Apinya Biru, Begini Langkahnya

Cara Membersihkan Kompor Gas Biar Apinya Biru, Begini Langkahnya

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis

Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Perlindungan Sisa Kuota Dinilai Belum Maksimal, Komdigi Evaluasi Operator Seluler

Perlindungan Sisa Kuota Dinilai Belum Maksimal, Komdigi Evaluasi Operator Seluler

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:27 WIB

10 Pilihan HP NFC Rp1 Jutaan Spek Terbaik, Bisa untuk QRIS dan Top Up e-Money

10 Pilihan HP NFC Rp1 Jutaan Spek Terbaik, Bisa untuk QRIS dan Top Up e-Money

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:25 WIB

×