Studi: Bayi dengan Covid-19 Mengembangkan Gejala Ringan, Kebanyakan Demam

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Minggu, 21 Juni 2020 | 07:22 WIB
Studi: Bayi dengan Covid-19 Mengembangkan Gejala Ringan, Kebanyakan Demam
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Suara.com - Sebuah laporan dari Ann & Robert H. Lurie Children's Hospital di Chicago menunjukkan bahwa bayi di bawah 90 hari yang dites positif Covid-19 cenderung sehat dengan sedikit atau tanpa keterlibatan bantuan pernafasan.

Dilansir dari Medicalxpress, demam menjadi gejala yang sering ditemukan sebagai gejala primer atau satu-satunya pada bayi. Temuan tersebut diterbitkan dalam The Journal of Pediatrics.

"Walaupun ada data terbatas pada bayi dengan Covid-19 dari Amerika Serikat, temuan kami menunjukkan bahwa bayi-bayi ini sebagian besar memiliki penyakit ringan dan mungkin tidak berisiko lebih tinggi terhadap penyakit parah seperti yang dilaporkan dari Tiongkok," kata penulis utama Leena B. Mithal, MD, MSCI, pakar penyakit menular anak dari Lurie Children's dan Asisten Profesor Pediatri di Northwestern University Feinberg School of Medicine.

"Sebagian besar bayi dalam penelitian kami mengalami demam. Sehingga demam pada bayi harusnya dievaluasi  karena bisa saja Covid-19, terutama di wilayah dengan aktivitas masyarakat luas," tambahnya.

Penelitian ini melibatkan 18 bayi, semua bayi tersebut tidak ada yang memiliki riwayat medis yang signifikan. Dari 50 persen bayi yang dirawat inap di rumah sakit umum, tidak ada yang membutuhkan oksigen, bantuan pernapasan atau perawatan intensif.

Dari bayi yang dirawat di rumah sakit, enam dari sembilan memiliki gejala gastrointestinal yang kurang makan, muntah, dan diare. Gejala saluran pernapasan seperti batuk dan kongesti biasanya didahului dengan gejala gastrointestinal.

Bayi juga memiliki viral load yang sangat tinggi dalam spesimen hidung mereka meskipun memiliki gejala klinis ringan.

Ilustrasi bayi. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

"Tidak jelas apakah bayi dengan demam dan tes positif untuk SARS-CoV-2 memerlukan perawatan di rumah sakit," kata Dr. Mithal.

"Keputusan untuk dirawat di rumah sakit didasarkan pada usia, kebutuhan untuk perawatan pencegahan infeksi bakteri, penilaian klinis, toleransi makan, dan kecukupan tindak lanjut," tambahnya.

Mithal dan rekannya, Drs. Machut, Muller, dan Kociolek juga mengamati mayoritas bayi yang mereka teliti adalah etnis Latin, sebanyak 78 persen. Pada puncak pandemi Covid-19 di Chicago, lebih dari 40 persen kasus terjadi pada individu etnis Latin.

"Meskipun kami mengira bahwa akan ada banyak bayi dari etnis Latin dengan Covid-19, mungkin ada faktor tambahan yang berkontribusi pada sebagian besar kasus Latin yang kami amati dalam kelompok usia ini," kata Dr. Mithal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Tes Swab Negatif Corona, Keluarga Bongkar Makam PDP di Bengkulu

Hasil Tes Swab Negatif Corona, Keluarga Bongkar Makam PDP di Bengkulu

News | Minggu, 21 Juni 2020 | 01:05 WIB

Positif Covid-19, Warga Negara Inggris Gagal Mudik dari Kota Batam

Positif Covid-19, Warga Negara Inggris Gagal Mudik dari Kota Batam

News | Minggu, 21 Juni 2020 | 03:05 WIB

Deteksi Penularan Covid-19 Baru, China Lakukan Tes Swab pada Kurir Paket

Deteksi Penularan Covid-19 Baru, China Lakukan Tes Swab pada Kurir Paket

News | Minggu, 21 Juni 2020 | 06:10 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB