Kasus Impor Jadi Penyebab Riau Alami Lonjakan Kasus Covid-19

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 23 Juni 2020 | 12:51 WIB
Kasus Impor Jadi Penyebab Riau Alami Lonjakan Kasus Covid-19
Ilustrasi Covid-19 (Unsplash/Adam Niescioruk)

Suara.com - Kasus Impor Jadi Penyebab Riau Alami Lonjakan Kasus Covid-19

Provinsi Riau mengalami rekor baru dalam penambahan jumlah kasus Covid-19. Pada Senin (22/6), tercatat ada 24 pasien baru yang terinfeksi virus corona.

Padahal, menurut juru bicara Gugus Tugas penanganan Covid-19 Riau dr. Indra Yopi, kasus bertambah tidak pernah lebih dari delapan orang.

"Kemarin ada penambahan jumlah kasus yang luar biasa. Kami biasanya penambahan kasus delapan itu sudah paling maksimal. Kemarin ada penambahan sampai 24 kasus per kemarin, dan sekarang juga meningkat lagi dibandingkan hari kemarin," kata Indra dalam konferensi pers virtual melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (23/6/2020).

Menurut Indra, lonjakan penambahan itu terjadi karena adanya penularan Covid-19 yang berasal dari daerah lain. Hal itu terjadi akibat pelonggaran PSBB yang dilakukan pemerintah.

"Import case semua. Karena memang sudah dibukanya dari pemerintah pusat orang untuk bepergian dan hanya mengandalkan rapid test. Ini jadi kelemahan dan mungkin jadi kritik kami juga," katanya.

Indra menyampaikan, hasil rapid test yang kurang akurat juga jadi kelemahan dalam mengatasi lonjakan kasus tersebut. Ia mengakui bahwa hasil negatif palsu di Provinsi Riau cukup tinggi. Sehingga harus diulangi dengan PCR melalui tes swab.

Untuk itu dalam mengantisipasi kelonjakan kasus, Riau membuat strategi berbeda dari daerah yang lain. Indra mengatakan, Gugus Tugas di Provinsi tersebut todak menerapkan istilah orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

Sehingga orang yang diketahui memiliki kontak dengan pasien Covid-19, langsung berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Selain itu, lanjutnya, semua pasien yang berstatus PDP juga positif infeksi virus corona harus menjalani rawat isolasi di rumah sakit walaupun hanya bergejala ringan.

"Kami tidak mengenal PDP dan Covid itu di luar. PDP dan Covid, walaupun tidak bergejala kami rawat di ruang isolasi rumah sakit," katanya.

Menurutnya, Provinsi Riau tidak mengalami masalah keterbatasan fasilitas rumah sakit untuk pasien Covid-19. Hingga saat ini, tercatat Riau memiliki 644 tempat tidur rumah sakit, sementara jumlah pasien positif virus corona hanya 142 orang.

"Semua pasien Covid-19 dirawat benar-benar sembuh dengan dua kali negatif PCR baru boleh pulang, ditambah tujuh hari di rumah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awalnya Berhasil, Kini Korea Selatan sedang Hadapi Gelombang Kedua Covid-19

Awalnya Berhasil, Kini Korea Selatan sedang Hadapi Gelombang Kedua Covid-19

Health | Senin, 22 Juni 2020 | 20:31 WIB

WHO Sebut Pandemi Virus Corona Memasuki Fase Baru dan Masih Berbahaya

WHO Sebut Pandemi Virus Corona Memasuki Fase Baru dan Masih Berbahaya

Health | Minggu, 21 Juni 2020 | 18:59 WIB

Ilmuwan Prediksi Covid-19 AS Tak Melambat Sebelum 200 Juta Orang Terinfeksi

Ilmuwan Prediksi Covid-19 AS Tak Melambat Sebelum 200 Juta Orang Terinfeksi

Health | Senin, 15 Juni 2020 | 17:51 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB