HIV Ternyata Bisa Bersembunyi di Otak dan Menyerang Organ Tubuh Lain!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 23 Juni 2020 | 17:41 WIB
HIV Ternyata Bisa Bersembunyi di Otak dan Menyerang Organ Tubuh Lain!
Ilustrasi darah pasien HIV (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru pada tikus dan jaringan manusia menunjukkan human immunodeficiency virus (HIV) dapat 'bersembunyi' di otak bahkan ketika dibati dengan terapi antiretroviral. Pada waktunya, virus ini akan menginfeksi orang lain dalam tubuh jika pengobatan dihentikan.

Beradasarkan laporan Live Science, HIV, virus penyebab AIDS, melumpuhkan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh rentan terhadap penyakit.

Terapi kombinasi antiretroviral, atau ART, dapat secara signifikan menurunkan konsentrasi virus dalam tubuh, sampai pada titik patogen ini tidak terdeteksi, gejala sebagian besar hilang dan orang yang dirawat tidak lagi menular kepada orang lain.

Tetapi obat yang digunakan untuk terapi ART harus diminum setiap hari, dan jika pengobatan dihentikan, virus dapat muncul kembali dari 'tempat-tempat tersembunyi' di dalam tubuh.

Studi baru, yang terbit 11 Juni dalam jurnal PLOS Pathogens, menunjukkan salah satu tempat persembunyian ini ada di sel-sel otak yang disebut astrosit.

Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)
Ilustrasi HIV. (Shutterstock)

Menurut laporan studi, astrosit membentuk sekitar 60% dari total sel di otak manusia, dan pada orang yang terinfeksi, penulis penelitian memperkirakan antara 1% dan 3% dari sel-sel ini dapat 'melindungi' HIV.

"Bahkan 1% bisa menjadi signifikan sebagai tempat perlindungan untuk virus. Jika kita akan mencoba menemukan obat HIV, Anda tidak dapat mengabaikan peran otak sebagai tempat perlindungan ini," kata penulis studi Lena Al-Harthi, seorang profesor dan ketua di Department of Microbial Pathogens and Immunity at Rush University Medical Center di Chicago, Amerika Serikat.

Al-Harthi dan rekan-rekannya menarik kesimpulan dari model tikus yang terinfeksi HIV dan sudah disuntik sel manusia, serta pemeriksaan jaringan otak manusia postmortem.

Meski ilmuwan sudah mengetahui peran astrosit dalam infeksi HIV, masih banyak studi yang harus dikerjakan untuk mengetahui secara pasti bagaimana virus 'memegang kendali' pada tubuh pasien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahui Gejala, Obat dan Harapan Hidup Anak Terinfeksi HIV

Ketahui Gejala, Obat dan Harapan Hidup Anak Terinfeksi HIV

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 14:37 WIB

Studi: Virus Corona Menyerang Kekebalan Tubuh dengan Cara Mirip HIV

Studi: Virus Corona Menyerang Kekebalan Tubuh dengan Cara Mirip HIV

Health | Kamis, 28 Mei 2020 | 14:08 WIB

Genom HIV Tertua Ditemukan pada Sampel Jaringan Tahun 1966!

Genom HIV Tertua Ditemukan pada Sampel Jaringan Tahun 1966!

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 18:30 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB