Lemak Tubuh Bagian Bawah Baik untuk Metabolisme, Lindungi dari Penyakit Ini

Silfa Humairah Utami | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 23 Juni 2020 | 13:00 WIB
Lemak Tubuh Bagian Bawah Baik untuk Metabolisme, Lindungi dari Penyakit Ini
Kenali ciri-ciri diabetes pada anak. (Shutterstock)

Suara.com - Peningkatan massa lemak di tubuh bagian bawah area pinggul hingga dapat menawarkan perlindungan terhadap beberapa penyakit. Penyakit tersebut adalah diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular baik dengan cara manfaatnya pada metabolisme maupun memudahkan prediksi. Hal itu tercantum dalam sebuah artikel review Lancet Diabetes & Endocrinology.

Dilansir dari Medicalxpress, Profesor Norbert Stefan dari Pusat Penelitian Diabetes Jerman (DZD), Rumah Sakit Universitas Tübingen dan Rumah Sakit Anak Boston menyoroti penyebab lingkar pinggul yang besar melindungi dari diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Dia juga memberikan informasi, bahwa jumlah massa lemak pinggul dan kaki yang tinggi sangat penting untuk menjaga kesehatan metabolisme. Selain itu, ia membahas modifikasi gaya hidup dan intervensi farmakologis juga bisa meningkatkan distribusi lemak tubuh.

Peningkatan massa lemak adalah faktor risiko penting untuk peningkatan diabetes tipe 2 dan kardiovaskular di seluruh dunia. Namun, untuk massa lemak yang diberikan, ada variabilitas besar dalam risiko penyakit kardiometabolik ini.

Sebagai contoh, beberapa orang kurus secara tak terduga memiliki risiko diabetes tipe 2 dan kardiovaskular yang serupa dengan peningkatan risiko yang diamati pada sebagian besar orang yang mengalami obesitas.

Ilustrasi wanita memiliki pinggul besar (Unsplash/Meghan Holmes)
Ilustrasi wanita memiliki pinggul besar (Unsplash/Meghan Holmes)

Stefan menyoroti mekanisme yang menghasilkan penyimpanan energi di berbagai depot lemak tubuh atau ektopik pada organ-organ seperti hati, pankreas, dan jantung.  Kemudian ia membahas penelitian yang menunjukkan sejauh massa lemak di bagian bawah tubuh bermanfaat untuk memperkirakan risiko diabetes tipe 2 dan kardiovaskular.

Studi baru-baru ini memberikan dukungan genetik bahwa jumlah lemak visceral yang biasanya terdapat di tubuh bagian bawah sama pentingnya untuk mempertahankan kesehatan kardiometabolik, setara dengan jumlah lemak tubuh yang lebih rendah. Kondisi itu kemudian memberikan informasi baru dari studi pencitraan resonansi magnetik yang mendukung hipotesis ini.

Akhirnya, ia mencontohkan bagaimana fokus pada massa lemak tubuh lebih rendah membantu penyedia layanan kesehatan untuk menilai risiko penyakit kardiometabolik dengan lebih baik dan untuk mengkomunikasikan risiko ini dengan pasien mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Minyak Zaitun untuk Masak, Ini Manfaatnya pada Penderita Diabetes!

Pakai Minyak Zaitun untuk Masak, Ini Manfaatnya pada Penderita Diabetes!

Health | Sabtu, 20 Juni 2020 | 09:21 WIB

Studi: Anak Usia 8 Tahun dengan Pola Makan Buruk Berisiko Idap Diabetes

Studi: Anak Usia 8 Tahun dengan Pola Makan Buruk Berisiko Idap Diabetes

Health | Sabtu, 20 Juni 2020 | 08:25 WIB

Merasa Cepat Lelah? Kenali Tanda Harus Menurunkan Berat Badan Secepatnya!

Merasa Cepat Lelah? Kenali Tanda Harus Menurunkan Berat Badan Secepatnya!

Health | Rabu, 17 Juni 2020 | 16:01 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB