Pertama di Dunia, Transplantasi Stem Cell dari Pasien Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 27 Juni 2020 | 19:34 WIB
Pertama di Dunia, Transplantasi Stem Cell dari Pasien Virus Corona Covid-19
Ilustrasi transplantasi stem cell (Pixabay)

Suara.com - Rumah Sakit Ramathibodi di Thailand mengumumkan kasus transplantasi stem cell pertama yang berhasil di dunia. Kasus ini melibatkan seorang pasien muda dengan virus corona Covid-19 yang menyumbangkan sumsum tulangnya untuk kakak perempuannya.

Prof Dr Suradet Hongeng, seorang ahli dalam transplantasi sel induk (stem cell) di departemen pediatri dari fakultas kedokteran Rumah Sakit Ramathibodi, mengumumkan keberhasilannya tersebut di depan awak media.

Suradet Hongeng mengatakan prosedur transplantasi stem cell itu dilakukan pada April 2020 lalu. Seorang anak laki-laki usia 6 tahun, Jio Boonklomjit menyumbangkan sel-sel batang sumsum tulang untuk menyelamatkan kakak perempuannya.

Kakak perempuan Jio berusia 7 tahun, Jintanakan yang juga dikenal sebagai Jean, yang terlahir dengan thalassemia.

"Kasus ini sangat menantang dan rumit. Tepat di hari kami harus mengambil sel induk dari Jio, kami menemukan dia terinfeksi virus corona Covid-19. Kondisi itu menempatkan Jio menjadi pasien pada kasus lain," kata Suradet Hongeng dikutip dari Bangkok Post.

Selain itu, kedua pasien yang menjalani prosedur transplantasi stem cell juga sangat muda, yakni 5 tahun dan 7 tahun. Karena itu, tim media sangat berhati-hati dalam melakukannya.

Ilustrasi rumah sakit. [Shutterstock]
Ilustrasi rumah sakit. [Shutterstock]

Suradet mengatakan prosedur pengumpulan sel induk dari sumsum tulang Jio diselimuti risiko besar, termasuk risiko memiliki sel induk yang terinfeksi virus corona Covid-19.

Prosedur transplantasi stem cell ini juga meningkat karena Jio harus menjalani karantina. Selain itu, keamanan tenaga medis yang bertugas juga terancam selama operasi.

"Kasus ini pertama terjadi di dunia ketika kondisi mendesak tenaga medis untuk mengumpulkan sel induk dari pasien virus corona Covid-19 untuk transplantasi stem cell," jelasnya.

baca juga

Terlepas dari risikonya terinfeksi Covid-19, dokter juga harus berpacu melawan waktu. Karena, Jean memiliki kekebalan tubuh rendah akibat kemoterapi. Sehingga proses transplantasi sel induk bisa menempatkannya pada bahaya besar bila terlalu lama.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Proses transplantasi stem cell ini pun dilakukan oleh Assoc Prof Dr Usanarat Anurathapan, dari divisi hematologi dan onkologi dari departemen pediatri di fakultas kedokteran Rumah Sakit Ramathibodi, Universitas Mahidol.

"Tidak mudah untuk menemukan donor sel punca lain untuk Jean. Karena, jarang sekali menemukan sel punca yang kompatibel dari pendonor yang tidak memiliki hubungan genetik. Jika bisa, kemungkinannya hanya 1 dalam 20 ribu hingga 50 ribu dan cara itu membutuhkan waktu lebih lama," jelas Dr Usanarat.

Di sisi lain, modifikasi genetik juga tidak mungkin. Karena itu, satu-satunya harapan adalah sel induk dari Jio. Dokter sangat hati-hati dalam mempertimbangkan kasus ini sampai mereka yakin bahwa peluang keberhasilannya lebih besar daripada risiko.

"Beruntungnya, proses transplantasi stem cell Jean dari pasien yang terinfeksi virus corona Covid-19 berhasil. Keberhasilan ini membawa sukacita karena menyelamatkan hidupnya, tapi ini juga menjadi tonggak sejarah lain," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masa Isolasi Mandiri Berdampak pada Kesehatan Mata, Ini Kata Ahli!

Masa Isolasi Mandiri Berdampak pada Kesehatan Mata, Ini Kata Ahli!

Health | Sabtu, 27 Juni 2020 | 18:54 WIB

Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Dokter Ini Alami Gejala Gastrointestinal

Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Dokter Ini Alami Gejala Gastrointestinal

Health | Sabtu, 27 Juni 2020 | 17:47 WIB

Dibandingkan Bulan Lalu, Kini Risiko Kematian Pasien Covid-19 Lebih Rendah

Dibandingkan Bulan Lalu, Kini Risiko Kematian Pasien Covid-19 Lebih Rendah

Health | Sabtu, 27 Juni 2020 | 12:28 WIB

Terkini

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:37 WIB

×