Siap-siap, Wabah Campak Mengintai Usai Pandemi Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Senin, 29 Juni 2020 | 19:45 WIB
Siap-siap, Wabah Campak Mengintai Usai Pandemi Covid-19
Ilustrasi campak [shutterstock]

Suara.com - Di balik pandemi virus corona atau Covid-19, wabah campak telah menanti untuk menimbulkan risiko bagi populasi yang lebih luas. Ini lantaran banyak anak-anak yang sulit mendapat vaksin saat lockdown.

Sebuah studi oleh para ilmuwan dari Public Health England dan London School of Hygiene dan Tropical Medicine menemukan selama tiga minggu pertama lockdown, imunisasi turun sekitar 20 persen.

Dokter anak sekarang telah mengklaim jika masalah vaksinasi ini tidak diselesaikan, bisa menyebabkan masalah baru.

Seperti diketahui, cakupan vaksin yang tinggi diperlukan untuk menjadi efektif dan untuk mencapai kekebalan kelompok. Demikian ungkap Dr Shamez Ladhani, ketua Unit Pengawasan Anak Inggris di Royal College of Pediatri dan Kesehatan Anak (RCPCH) seperti dilansir dari Express UK.

Vaksin campak dan rubella, MMR. [Shutterstock]
Vaksin campak dan rubella, MMR. [Shutterstock]

“Sistem medis tidak pernah kewalahan, dan kami tidak pernah mengatakan kepada orang tua untuk tidak datang untuk vaksinasi. Sekarang, lebih dari sebelumnya, ini lebih penting karena, jika kita tidak memiliki jangkauan, kita bisa memiliki penyakit yang jauh lebih buruk daripada coronavirus," kata dia.

"Tapi ini bukan semua tentang orang tua. Dokter jelas bisa melakukan yang lebih baik dan lebih meyakinkan."

Dr Shamez menambahkan ada kekhawatiran besar bagi anak-anak sekolah menengah yang belum menerima meningitis dan vaksin HPV.

“Vaksin ini tidak hanya melindungi anak-anak, mereka juga melindungi penduduk. Jika cakupan jatuh maka kita semua dalam masalah. "

Seperti diketahui, selama lockdown coronavirus, banyak pemerintah di berbagai negara meminta masyarakat tetap di rumah untuk menghindari virus corona.

baca juga

Tetapi para ahli percaya ini membuat beberapa orang berpikir mereka tidak boleh berhubungan dengan layanan kesehatan sama sekali.

Profesor Sonia Saxena, Helen Bedford dan Helen Skirrow mengatakan pesan 'Stay Alert' saat ini yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak memberikan jaminan kepada keluarga, aman untuk membawa anak-anak mereka ke fasilitas perawatan.

Menulis di BMJ dia berkata: "Kita perlu pesan pemerintah yang lebih jelas yang menjangkau semua kelompok, dan lebih banyak dukungan di masyarakat untuk menginformasikan dan meyakinkan ibu hamil dan orang tua baru tentang pentingnya dan keamanan menghadiri perawatan primer untuk vaksin selama pandemi."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yurianto: Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Rendah Ketimbang Jepang

Yurianto: Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Rendah Ketimbang Jepang

News | Senin, 29 Juni 2020 | 17:33 WIB

Kongo Hadapi Wabah Kedua Ebola di Tengah Campak dan Pandemi Corona

Kongo Hadapi Wabah Kedua Ebola di Tengah Campak dan Pandemi Corona

Health | Selasa, 02 Juni 2020 | 11:11 WIB

Cacar hingga Campak disebut Gejala Corona Covid-19, Dokter Ungkap Fakta

Cacar hingga Campak disebut Gejala Corona Covid-19, Dokter Ungkap Fakta

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 18:19 WIB

Terkini

BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove

BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove

Sumut | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:45 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:41 WIB

MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?

MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:39 WIB

BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat

BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:36 WIB

70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi

70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:33 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal

Malang | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:31 WIB

Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki

Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:28 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Libatkan Kelompok Tani Lokal untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Libatkan Kelompok Tani Lokal untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:27 WIB

Kasus Kekerasan Anak di Kota Tangsel 2026 Meningkat

Kasus Kekerasan Anak di Kota Tangsel 2026 Meningkat

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:21 WIB

Sinopsis Meitantei no Mama de Ite, Drama Jepang Dibintangi Yoshikawa Ai

Sinopsis Meitantei no Mama de Ite, Drama Jepang Dibintangi Yoshikawa Ai

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:20 WIB

×