Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Nikmat, Coba Konsumsi Buah Kecil Ini

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 02 Juli 2020 | 10:29 WIB
Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Nikmat, Coba Konsumsi Buah Kecil Ini
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Suara.com - Tekanan darah tinggi adalah penyakit umum yang diderita orang dewasa. Kondisi ini bisa menyebabkan stroke hingga serangan jantung.

Tekanan darah tinggi bisa dipicu oleh berbagai makanan dan kurang gerak. Sehingga, menurunkan tekanan darah tinggi sering kali terkait dengan makanan yang Anda konsumsi. Salah satunya adalah buah ceri

Dilansir dari Express, ceri kaya akan antioksidan yang bermanfaat bagi pasien hipertensi atau tekanan darah darah tinggi. Hal tersebut dintarakan oleh seorang ahli nutrisi, Dr. Sarah Brewer. 

"Antioksidan yang juga terdapat dalam buah ceri ini dikenal dengan polifenol yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan elastisitas udara," kata Brewer.

Hanya 60ml jus asam ceri dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 7mmHg. Efeknya juga sangat cepat. Tekanan darah mungkin mulai berkurang dalam satu jam setelah minum jus ceri dan kestabilan tekanan darah bisa bertahan hingga delapan jam.

"Jus ceri adalah salah satu solusi alami paling efektif untuk tekanan darah tinggi," cetus ahli gizi  tersebut.

"Jus ceri sama efektifnya dalam menurunkan tekanan darah seperti halnya beberapa obat hipertensi," imbuhnya. 

Sementara itu Brewer menyatakan, bahawa memakan buah ceri segar sebagai camilan dengan memilih buah yang lebih gelap akan menawarkan manfaat besar. Anda juga  bisa menambahkan ceri ke dalam yogurt hingga salad buah. 

"Buah ini juga bagus jika ditambahkan ke jus buah dan smoothie," ujar Brewer.

Sementara itu, Anda juga bisa menurunkan tekanan darah dengan menggunakan minyak zaitun secara teratur saat memasak. Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan, keduanya dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda.

Hanya dua sendok makan minyak zaitun extra virgin setiap hari dapat mengurangi risiko hipertensi.


Tekanan darah tinggi sering dikenal sebagai pembunuh diam-diam karena gejalanya cenderung muncul saat tekanan darah sangat tinggi.

Gejala tekanan darah tinggi yang paling umum adalah berdebar di dada Anda, darah di urin, dan sakit kepala parah.

Penting bahwa semua orang dewasa di atas 40 tahun memeriksa tekanan darah mereka setidaknya setiap lima tahun sekali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Almond, Camilan Enak untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Almond, Camilan Enak untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 11:43 WIB

Hits: Reaksi Tubuh Saat Makan Mi dan Fungsi Lain Sunat Bagi Lelaki Dewasa

Hits: Reaksi Tubuh Saat Makan Mi dan Fungsi Lain Sunat Bagi Lelaki Dewasa

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 20:33 WIB

Waspada, Kecemasan dan Tekanan Darah Tinggi Saling Berhubungan

Waspada, Kecemasan dan Tekanan Darah Tinggi Saling Berhubungan

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 17:26 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB