Terapi Koktail Antibodi untuk Melawan Virus Corona Masuk Uji Klinis

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 07 Juli 2020 | 14:30 WIB
Terapi Koktail Antibodi untuk Melawan Virus Corona Masuk Uji Klinis
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Saat ini peneliti tengah mengambangkan koktail antibodi atau antibody cocktail yang dirancang untuk mencegah dan mengobati Covid-19. Studi ini sudah memasuki uji klinis tahap akhir.

Ketika terinfeksi Covid-19, tubuh menghasilkan molekul berbentuk Y atau antibodi yang menempel pada virus dan menandainya untuk dihancurkan, atau menghambat kemampuannya untuk menginfeksi sel-sel sehat.

Antibodi ini dapat diambil dari pasien Covid-19 sembuh dan disuntikkan ke pasien yang sakit untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka terhadap virus, ini adalah pengobatan yang dikenal sebagai terapi plasma konvensional.

Tetapi terapi plasma konvensional memiliki keterbatasan, yaitu donasi plasma dari pasien yang berbeda mengandung campuran antibodi yang juga berbeda.

Beberapa antibodi dapat menargetkan Covid-19 secara lebih efektif daripada yang lain, menurut sebuah laporan yang terbit pada Juni di Journal of Clinical Virology.

Ilustrasi tes antibodi. [Greg Baker/AFP]
Ilustrasi tes antibodi. [Greg Baker/AFP]

Untuk mengatasi keterbatasan ini, dan menghindari mengandalkan pasokan plasma yang terbatas, beberapa pengembang obat beralih ke antibodi monoklonal, antibodi yang dipilih secara cermat karena kemampuannya untuk menargetkan patogen tertentu, seperti SARS-CoV-2, dan kemudian diproduksi secara massal di laboratorium.

Sekarang, satu terapi REGN-COV2 telah memasuki uji klinis Fase 3 untuk mengevaluasi apakah pengobatan ini dapat mencegah infeksi Covid-19 di antara orang sehat yang telah melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Dilansir dari Live Science, uji coba ini akan dijalankan bersama dengan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID).

Berdasarkan laporan studi, REGN-COV2 mengandung dua antibodi yang menempel dan membantu menetralkan virus corona, menghambat kemampuannya untuk menginfeksi sel sehat.

baca juga

Kedua antibodi mengikat protein lonjakan virus, yaitu suatu struktur yang menjorok dari permukaan virus dan menyumbat sel-sel untuk memicu infeksi.

Ilmuwan Regeneron menemukan dua antibodi dengan mempelajari tikus yang dimodifikasi secara genetika dengan sistem kekebalan mirip manusia dan antibodi yang dikumpulkan dari pasien Covid-19.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Sementara uji coba Tahap 3 menilai REGN-COV2 sebagai terapi pencegahan, obat ini juga akan diuji sebagai pengobatan untuk pasien yang sudah sakit dengan COVID-19.

"Kami menjalankan uji coba adaptif simultan untuk bergerak secepat mungkin guna memberikan solusi potensial untuk mencegah dan mengobati infeksi COVID-19, bahkan di tengah pandemi global yang sedang berlangsung," jelas Dr. George Yancopoulos, Co-Founder, President dan Kepala Staf Ilmiah Regeneron.

Selain Regeneron, perusahaan farmasi Eli Lilly dan AbCellera juga saat ini sedang mengevaluasi perawatan antibodi terhadap Covid-19 dalam uji coba pada manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Terbaru: Tes Antibodi Covid-19 Tidak Disarankan

Penelitian Terbaru: Tes Antibodi Covid-19 Tidak Disarankan

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2020 | 14:30 WIB

Awas, Banyak Tes Antibodi Virus Corona Palsu Dijual Onilne

Awas, Banyak Tes Antibodi Virus Corona Palsu Dijual Onilne

Health | Kamis, 02 Juli 2020 | 14:35 WIB

Donor Darah Bantu Temukan Daya Tahan Antibodi Covid-19

Donor Darah Bantu Temukan Daya Tahan Antibodi Covid-19

Tekno | Kamis, 02 Juli 2020 | 11:25 WIB

Terkini

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:10 WIB

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 18:05 WIB

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:03 WIB

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 18:00 WIB

Bukan karena Tekanan, Low Tuck Kwong Bicara Penjualan Saham BYAN ke Haji Isam

Bukan karena Tekanan, Low Tuck Kwong Bicara Penjualan Saham BYAN ke Haji Isam

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 17:55 WIB

Bobotoh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Tegal, Persib Siapkan Penghormatan dengan Pita Hitam

Bobotoh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Tegal, Persib Siapkan Penghormatan dengan Pita Hitam

Jabar | Minggu, 08 November 2026 | 17:51 WIB

Cabut dari Timnas Indonesia, Eks Asisten Patrick Kluivert Pilih Latih Bekas Tim Eliano Reijnders

Cabut dari Timnas Indonesia, Eks Asisten Patrick Kluivert Pilih Latih Bekas Tim Eliano Reijnders

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 17:43 WIB

Bye-Bye Lapar Mata! Saat Pajak E-Commerce Bikin Anak Muda Otomatis Jadi Minimalis

Bye-Bye Lapar Mata! Saat Pajak E-Commerce Bikin Anak Muda Otomatis Jadi Minimalis

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 17:42 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan 50 Personel Cari Dua Pendaki yang Hilang di Gunung Semeru

Tim SAR Gabungan Kerahkan 50 Personel Cari Dua Pendaki yang Hilang di Gunung Semeru

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 17:41 WIB

Sinopsis Rock Paper Landmine, Drama Misteri Jepang Mori Nana di Prime Video

Sinopsis Rock Paper Landmine, Drama Misteri Jepang Mori Nana di Prime Video

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 17:40 WIB

×