Ketahui Fakta Bubonic Plague, Penyakit yang Dijuluki Kematian Hitam

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 07 Juli 2020 | 15:33 WIB
Ketahui Fakta Bubonic Plague, Penyakit yang Dijuluki Kematian Hitam
Ilustrasi bubonic plague. (Pixabay)

Suara.com - Saat dunia tengah berperang melawan virus corona Covid-19, China memberi peringatan soal penyakit kuno yang muncul kembali, yakni bubonic plague atau wabah pes.

Dilansir dari Health, pada (05/07/2020), seorang gembala di Mongolia Dalam (bagian dari China) didiagnosis menderita penyakit pes dan menerima perawatan di rumah sakit, kata pejabat kesehatan kota Bayannur.

Maka dari itu, komisi kota mengeluarkan peringatan agar tidak berburu, makan, atau mengangkut hewan yang berpotensi terinfeksi, terutama marmut (tupai tanah besar).

Bubonic plague sendiri dijuluki dengan "kematian hitam," yang menyebabkan pandemi paling fatal yang tercatat dalam sejarah manusia, memusnahkan 30-50% populasi Eropa pada abad ke-14. Berikut beberapa fakta yang berlu Anda ketahui tentang penyakit mematikan ini.

1. Disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis
Bakteri ini dibawa oleh tikus, kelinci, coyote, kambing, domba, dan kucing. Faktanya, lebih dari 200 spesies hewan dapat terinfeksi oleh wabah ini, kata Pusat Keamanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat di Iowa State University.

Tiga bentuk wabah adalah wabah pes, wabah septikemia, dan wabah pneumonik. Sejauh ini wabah pes adalah yang paling umum pada manusia.

Ilustrasi bakteri. [Shutterstock]
Ilustrasi bakteri. [Shutterstock]

2. Proses penularan penyakit
Orang dapat terinfeksi oleh wabah melalui gigitan kutu, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, atau menghirup bakteri. Gigitan kutu adalah bentuk penularan yang paling umum, kata CDC.

Wabah pneumonik adalah satu-satunya bentuk yang dapat menyebar dari satu orang ke orang lain, melalui menghirup tetesan pernapasan yang terinfeksi. Namun, CDC mengatakan penularan dari manusia ke manusia jarang terjadi.

3. Gejala utama
Jika Anda terjangkit penyakit pes, Anda akan mengalami demam, sakit kepala, kedinginan, dan kelemahan, serta pembengkakan kelenjar getah bening. Pasien wabah septikemia juga mengalami demam, kedinginandan kelemahan, serta sakit perut, syok, dan kemungkinan pendarahan internal, bahkan kulit dan jaringan lain dapat berubah menjadi hitam.

Wabah pneumonik adalah bentuk yang paling tidak umum, tetapi paling mematikan. Pasien mengalami demam, sakit kepala, lemah, dan pneumonia yang berkembang cepat dengan sesak napas, nyeri dada, batuk, dan kadang-kadang lendir berdarah atau berair.

Ilustrasi wabah pes. [Shutterstock]
Ilustrasi wabah pes. [Shutterstock]

4. Pengobatan
Semua bentuk wabah dapat diobati, tetapi diagnosis dini dan antibiotik sangat penting. Jika penyakit pes tidak diobati dengan cepat, bakteri dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh dan menghasilkan bentuk penyakit yang lebih serius.

5. Dapatkah menjadi pandemi global berikutnya?
Tidak. Ingat, wabah itu jarang terjadi, terutama di daerah perkotaan. Dan para ahli kesehatan mengatakan tidak ada kemungkinan pandemi wabah global saat ini, karena itu (bubonic plague) mudah dicegah dan ada pengobatan untuk menyembuhkannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petani Mogolia Kena Penyakit Pes, Pemerintah China Langsung Buat Peringatan

Petani Mogolia Kena Penyakit Pes, Pemerintah China Langsung Buat Peringatan

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 15:07 WIB

Covid-19 Belum Selesai, Mongolia Diancam Wabah Pes

Covid-19 Belum Selesai, Mongolia Diancam Wabah Pes

Tekno | Selasa, 07 Juli 2020 | 09:00 WIB

China Siaga Tiga Wabah Pes dari Mongolia, Begini Gejala Infeksinya!

China Siaga Tiga Wabah Pes dari Mongolia, Begini Gejala Infeksinya!

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 09:17 WIB

Terkini

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB