alexametrics

Virus Covid-19 Airborne, Pakar Ingatkan Pentingnya Disinfeksi Udara

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Virus Covid-19 Airborne, Pakar Ingatkan Pentingnya Disinfeksi Udara
Ilustrasi bersin di tengah pandemi COVID-19. [Pixabay/Mohamed Hassan]

Virus corona SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19 bisa menyebar melalui udara atau airborne.

Suara.com - Belum lama ini Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengabarkan adanya potensi virus corona SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19 bisa menyebar melalui udara atau airborne.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Budhi Antariksa Ph.(D), Sp.P (K) mengatakan data yang dipublikasi belum dianggap valid, meski WHO sudah mengarahkan setiap negara untuk terus waspada terkait ancaman tersebut.

Dan jika benar, maka akan ada perubahan besar dalam protokol kesehatan di tengan pandemi Covid-19 seperti sekarang.

"Kalau dia airborne ada di mana-mana dan itu bisa terhirup dan masuk melalui masker untuk virusnya masuk, karena tidak hanya masker bedah biasa, maka dia bisa saja harus memakai masker N95," ujar Dr. Budi dalam acara Webinar Imboost, Kamis (9/7/2020).

Baca Juga: 158 Kasus Baru Virus Corona di Singapura, 321 Pasien Sembuh

Ia mengatakan pemerintah Indonesia juga harus lebih menggalakan upaya pencegahan. Apalagi jika benar sudah terbukti airborne, proses pembersihan bukan lagi dibutuhkan pada benda padat dan permukaan tapi juga harus di udara.

"Dari sisi pencegahan Pemda dan Pemerintah harus sering mendisinfeksi udara," jelasnya.

Di sisi lain meningkatnya penyebaran SARS CoV 2 ini, kata Budi, semakin meningkatkan biaya kesehatan negara akibat perubahan kebijakan hingga penyediaan disinfektan di tempat publik."Sepertinya konsekuensinya akan ada biaya lagi, biaya yang lebih mahal sekali," tutupnya.

Dr. Budhi Antariksa yang bekerja di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI dan RS Persahabatan juga mengatakan pentingnya masyarakat untuk menaati protokol kesehatan.

Ia juga menekankan menjaga daya tahan tubuh selagi masih pencarian antivirus mulai dari menjaga asupan bergizi, pola istirahat yang cukup dan mengonsumsi multivitamin jika diperlukan.

Baca Juga: Dokter RSCM: Jika Covid-19 Airborne, Masker Jadi Hal Wajib!

"Tidak semua virus RNA itu bisa dibuatkan vaksinnya. Contoh, HIV tidak ada vaksinnya, Hepatitis C juga tidak ada vaksinnya. Ada beberapa virus memang tidak ada vaksinnya. Dan kebetulan, corona itu masuk virus RNA, jadi belum tentu dia bisa dibentuk vaksinnya. Semoga sih bisa. Tapi, sampai sekarang belum ada buktinya," tutup Budhi.

Komentar