Kenali Kanker Pankreas, Bisa Ditandai Perubahan Warna Kencing dan Tinja

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Sabtu, 11 Juli 2020 | 15:00 WIB
Kenali Kanker Pankreas, Bisa Ditandai Perubahan Warna Kencing dan Tinja
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Gejala kanker pankreas yang paling umum adalah munculnya penyakit kuning. Namun, warna pada air kencing dan tinja Anda juga menjadi salah satu tanda penting. 

Penyakit kuning adalah ketika kulit Anda dan bagian putih mata Anda menguning. Dilansir dari ExpressCancer Research UK menyebutkan bahwa penyakit kuning lebih umum terjadi pada kanker kepala pankreas karena tumor tersebut menghalangi saluran empedu, serangkaian tabung tipis yang berpindah dari hati ke usus kecil.

Tetapi selain menguningnya kulit dan putih mata, urin dan tinja Anda juga akan berubah. Pada urin, warnanya akan cenderung lebih gelap dari biasanya dan sementara tinja akan berwarna lebih terang.

Kanker pankreas sendiri dimulai di jaringan pankreas, yakni organ di bagian atas perut. Pankreas membantu mencerna makanan dan menghasilkan hormon, seperti insulin. 

Hasilnya, ketika sel kanker mengganggu fungsi vital ini, Anda mungkin mengalami sejumlah gejala yang mengganggu. 

Gejala lain yang muncul antara lain:

  • Kehilangan nafsu makan atau kehilangan berat badan tanpa berusaha
  • Merasa lelah atau tidak punya energi
  • Suhu tinggi atau merasa panas atau gemetar.

Sayangnya, gejala-gejala ini mungkin tidak muncul sampai kanker telah berkembang. Oleh karena itu, National Health Service (NHS) Inggris menyarankan, penting untuk memeriksakan gejala kanker pankreas sesegera mungkin.

"Ditemukan terlambat membuat kanker pankreas lebih sulit diobati," kata NHS memperingatkan.

Penyakit pankreas bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, jangan disepelekan. (Shutterstock)
Penyakit pankreas bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, jangan disepelekan. (Shutterstock)

Sebuah penelitian besar di Cancer Research UK yang meneliti faktor gaya hidup menemukan bahwa hampir satu dari tiga penderita kanker pankreas (sekitar 30 persen) adalah orang yang terkait dengan rokok.

Tetapi penelitian ini juga menunjukkan bahwa paparan asap rokok tidak meningkatkan risiko kanker pankreas. Selain merokok, peminum berat juga berisiko menderita penyakit ini. 

Menurut Cancer Research UK, hubungan antara makanan dan kanker pankreas tidak jelas. Namun beberapa penelitian telah menyarankan kemungkinan hubungan antara daging merah atau olahan dengan kanker pankreas.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker pankreas lebih tinggi pada pria yang makan lebih banyak daging merah sehari dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi daging merah.

Studi yang sama juga menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita yang makan lebih banyak daging olahan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker pankreas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Kanker Usus, Coba Hitung Berapa Kali Anda Buang Air Besar

Waspada Kanker Usus, Coba Hitung Berapa Kali Anda Buang Air Besar

Health | Jum'at, 10 Juli 2020 | 16:08 WIB

Berkat Facebook, Wanita Ini Selamat dari Kanker setelah Ketagihan Tanning

Berkat Facebook, Wanita Ini Selamat dari Kanker setelah Ketagihan Tanning

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2020 | 11:10 WIB

Batuk-batuk Disangka Covid-19, Ternyata Malah Didiagnosis Kanker

Batuk-batuk Disangka Covid-19, Ternyata Malah Didiagnosis Kanker

Health | Rabu, 08 Juli 2020 | 16:14 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB