Risiko Serangan Jantung Meningkat di Musim Dingin, Ini Temuan Peneliti!

Silfa Humairah Utami, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 13 Juli 2020 | 18:40 WIB
Risiko Serangan Jantung Meningkat di Musim Dingin, Ini Temuan Peneliti!
Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Serangan jantung terjadi ketika arteri yang memasok darah dan oksigen ke jantung tersumbat. Gejalanya bisa berupa nyeri dada yang menyakitkan dan menyebar ke lengan, rahang, leher dan perut. Menurut sebuah studi yang dipresentasikan di Kongres Masyarakat Kardiologi Asia Pasifik (APSC), Anda juga perlu ekstra waspada terhadap tanda-tanda peringatan serangan jantung di musim dingin.

Studi itu menemukan bahwa serangan jantung cenderung menyerang ketika suhu rendah. Para peneliti pun menilai hubungan antara iklum dan kejadian serangan jantung.

Penelitian ini menggunakan 3 basis data yang mencakup periode 2008 hingga 2011, yang merupakan pertama kalinya ketiga basis data ini digabungkan untuk menyelidiki dampak dan interaksi cuaca terhadap kejadian serangan jantung.

Penelitian ini melibatkan 40.524 pasien serangan jantung dari Database Riset Asuransi Kesehatan Nasional Taiwan (NHIRD) dan 919.203 orang dewasa tanpa riwayat serangan jantung dan Database Asuransi Kesehatan Longitudinal.

Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)
Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)

Data iklim regional diperoleh dari Biro Cuaca Pusat Taiwan. Para peneliti pun melihat pasien lebih mungkin mengalami faktor iklim tertentu sebelum serangan jantung.

Para peneliti menemukan bahwa suhu yang lebih rendah, fluktuasi suhu dan angin yang lebih kuat secara terpisah meningkatkan risiko serangan jantung.

Ketika suhu terendah hari itu 15 dan 20 derajat celcius, risiko infark miokard akut meningkat sebesar 0,45 persen dengan masing-masing penurunan suhu satu derajat.

Saat suhu terendah hari itu di bawah 15 derajat celcius, penurunan suhu satu derajat berkaitkan dengan peningkatan 1,6 persen risiko serangan jantung.

"Kami menemukan bahwa jumlah serangan jantung berfluktuasi dengan musim, data menunjukkan lebih banyak kasus serangan jantung di musim dingin bila dibandingkan di musim panas. Kasus serangan jantung ini meningkat secara dramatis ketika suhu turun di bawah 15 derajat celcius," kata Dr Po-Jui Wu, penulis studi dan ahli jantung di Rumah Sakit Memorial Chang Chang dikutip dari Express.

baca juga

Ketika suhu turun, orang-orang yang berisiko tinggi terkena serangan jantung harus waspada terhadap gejala-gejala seperti nyeri dada dan sesak napas.

Adapun kelompok yang berisiko mengalami serangan jantung, termasuk orang tua, penderita diabetes, tekanan darah tinggi, perokok. obesitas dan orang dengan gaya hidup sedikit bergerak.

"Serangan jantung bisa membuat orang mati mendadak, sehingga penting untuk mengenali gejalanya dan mencari bantuan medis," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kaitannya Erat, Waspadai Sesak Napas sebagai Gejala Serangan Jantung!

Kaitannya Erat, Waspadai Sesak Napas sebagai Gejala Serangan Jantung!

Health | Senin, 13 Juli 2020 | 08:25 WIB

Teh Hijau Berpotensi Cegah Risiko Kematian Serangan Jantung dan Stroke

Teh Hijau Berpotensi Cegah Risiko Kematian Serangan Jantung dan Stroke

Health | Jum'at, 10 Juli 2020 | 08:05 WIB

Selain Nyeri Dada, Keringat Dingin Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung

Selain Nyeri Dada, Keringat Dingin Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung

Health | Kamis, 09 Juli 2020 | 11:47 WIB

Terkini

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×