Array

Tidak Hanya Pacar, Hubungan Orangtua dan Anak juga Bisa Toxic lho!

Kamis, 16 Juli 2020 | 20:31 WIB
Tidak Hanya Pacar, Hubungan Orangtua dan Anak juga Bisa Toxic lho!
Ilustrasi orangtua toksik [Shutterstock]

Suara.com - Setiap hubungan dapat menjadi racun atau toxic, bahkan untuk hubungan orangtua dengan anaknya sekalipun. Sayangnya, hubungan jenis ini sangat sulit diputus, hingga pada akhirnya anak mereka yang menjadi korban.

Dalam situasi seperti ini, dan khususnya dengan orangtua yang toksik, menemukan cara yang efektif untuk mengelola hubungan demi menjaga kesehatan emosional anak adalah pertimbangan kritis.

Berdasarkan Psychology Today, berikut beberapa tanda umum dari orangtua beracun:

- Sangat reaktif negatif

Orang tua beracun memiliki emosi di luar kendali. Mereka cenderung mendramatisir masalah-masalah kecil. Bahkan, melihat celah kecil sebagai alasan untuk menyalahkan, marah, kasar secara verbal, atau destruktif.

- Kurang berempati

Orangtua beracun tidak dapat berempati dengan orang lain, termasuk sang anak. Mereka melihat segala sesuatunya adalah tentang mereka dan kebutuhan mereka.

Mereka juga gagal melihat apa yang mereka lakukan dapat mengganggu, berbahaya, atau menyakitkan bagi orang lain.

Orangtua tengah mengecek ponsel milik anak. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Ilustrasi orangtua toksik [Shutterstock].

- Sangat mengendalikan

Baca Juga: FDA Tambah 50 Daftar Hand Sanitizer Beracun, Apa Saja?

Semakin beracun seseorang, semakin mereka ingin mengendalikan segala sesuatu dan semua orang di sekitarnya. Ini berarti mengasuh anak secara berlebihan dan membuat tuntutan yang tidak masuk akal, bahkan saat anak sudah dewasa.

- Sangat kritis

Orang tua yang beracun tidak dapat atau tidak akan melihat prestasi anak-anak mereka. Mereka terus-menerus merendahkan orang-orang di sekitarnya sambil menjadikan diri mereka luar biasa, berbakat, atau hebat.

- Suka menyalahkan

Ketidakharmonisan, ketidaksepakatan, permusuhan, dan gangguan keluarga yang disebabkan oleh orangtua toksik selalu dianggap kesalahan orang lain.

Orangtua seperti ini tidak dapat bertanggung jawab atas masalah apa pun, tetapi mereka menyalahkan anggota keluarga lainnya dan memelintir atau memanipulasi kondisi yang sebenarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI