Ahli Epidemiologi: Menerapkan Protokol Kesehatan di Kerumunan Itu Sulit

Vania Rossa

Jum'at, 17 Juli 2020 | 06:07 WIB
Ahli Epidemiologi: Menerapkan Protokol Kesehatan di Kerumunan Itu Sulit
Kerumunan warga saat pembagian BST. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Suara.com - Kerumunan adalah sesuatu yang harus dihindari saat ini, di tengah pandemi Covid-19 yang penularannya sangat masif antarmanusia. Di tengah kerumunan, seperti di pasar, konser, atau pesta, protokol kesehatan akan lebih sulit untuk diterapkan.

Ahli Epidemiologi Universitas Udayana Bali, Prof Dr. DN Wirawan menjelaskan dari pengalaman di berbagai negara di dunia, menunjukkan bahwa protokol kesehatan sulit diterapkan pada kerumunan manusia, baik pada kerumuman kegiatan ekonomi, sosial, agama, dan lainnya.

"Kerumunan ekonomi yang agak menonjol di Denpasar, Bali, maupun Indonesia adalah kerumunan di pasar tradisional, baik kerumunan antarpedagang maupun pembeli, termasuk pasar tumpah dan pedagang bermobil, kondisi ini wajib mendapatkan perhatian serius, karena adaptasi kebiasaan normal era baru bukan berarti normal seperti dahulu sebelum ada Covid-19. Ada protokol kesehatan yang harus tetap diterapkan dengan disiplin dan menjadi perhatian bersama, tidak bisa seperti dulu lagi," ujar Wirawan di Denpasar, Jumat.

Ia menjelaskan untuk pasar tradisional, pasar tumpah, dan pedagang bermobil hambatan utamanya adalah karena ruang atau tempat yang sangat terbatas, sedangkan jumlah pedagang sangat banyak. Ini adalah kendala atau hambatan yang paling pelik dicarikan jalan keluarnya. Dengan demikian, protokol kesehatan yang paling sulit adalah mengatur jarak antarpedagang dan juga pembeli.

"Terlebih dengan dinyatakan bahwa virus SARS-CoV-2 bisa menular melalui udara, maka jarak antarpedagang dan juga pembeli harus lebih jauh dari yang ditetapkan selama ini," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Wirawan mengatakan bahwa tidak mudah membuat keseimbangan antara aspek ekonomi dan aspek kesehatan. Bila ruang yang tersedia cukup memadai, maka pengaturan jarak antarpedagang akan lebih mudah. Jika tambahan ruang tidak memungkinkan, maka satu-satunya jalan keluar adalah dilakukan pengaturan oleh pemerintah, termasuk jika pemerintah menyediakan lokasi yang tidak melanggar aturan yang berlaku, semisal Perda atau aturan hukum lainnya.

Dikatakan, di beberapa tempat di Indonesia, jarak antarpedagang diisi pembatas atau partisi. Protokol kesehatan lainnya yang lebih mudah diimplementasikan adalah mengawasi secara terus menerus pemakaian masker dan face shiled bagi pedagang maupun pembeli.

"Berbagai kebijakan pasti menimbukan pro dan kontra, tetapi bila tidak diatur, maka kerumunan akan tetap terjadi dan pandemi Covid-19 tidak akan ada akhirnya dan masalah yang dihadapi seluruh masyarakat Bali akan semakin lama karena matinya sektor pariwisata sebagai tumpuan utama perekonomian Bali hingga saat ini," ucapnya.

Wirawan menyarankan bahwa pengaturan yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mencarikan tempat bagi pedagang tumpah dan pedagang bermobil, dan mengatur mereka secara bergiliran untuk berjualan sehingga jumlah pedagang menjadi lebih sedikit dan jarak mereka bisa diatur menjadi lebih renggang.

baca juga

"Cara kedua adalah dengan melakukan surveilens di pasar-pasar tradisional yaitu melakukan tes Covid-19 secara berkala sehingga segera bisa diketahui bila ada pedagang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2. Selain cara-cara di atas, saya belum melihat solusi lainnya," pungkas Wirawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ganjar Pranowo Ingatkan Pesantren Lakukan Protokol Kesehatan secara Ketat

Ganjar Pranowo Ingatkan Pesantren Lakukan Protokol Kesehatan secara Ketat

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 15:40 WIB

Malaysia Buka Sekolah Dasar dengan Protokol Kesehatan Ketat

Malaysia Buka Sekolah Dasar dengan Protokol Kesehatan Ketat

Foto | Kamis, 16 Juli 2020 | 13:11 WIB

Gugus Tugas: Kesadaran Masyarakat soal Bahaya Virus Corona Menurun

Gugus Tugas: Kesadaran Masyarakat soal Bahaya Virus Corona Menurun

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 11:15 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×