Radiasi Paru-paru Dinilai Cepat Menyembuhkan Pneumonia pada Pasien Covid-19

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Sabtu, 18 Juli 2020 | 13:32 WIB
Radiasi Paru-paru Dinilai Cepat Menyembuhkan Pneumonia pada Pasien Covid-19
Ilustrasi pneumonia terkait Covid-19 (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru menemukan terapi radiasi dosis rendah ke paru-paru terbukti mempercepat pemulihan pasien Covid-19 dengan pneumonia.

Hal ini diketahui berdasarkan analisis tim peneliti dari Winory Cancer Institute Emory University di Georgia yang merawat 10 pasien dengan terapi radiasi dan membandingkan hasil klinis dengan 10 pasien dalam kelompok kontrol.

Peneliti melihat terapi radiasi dapat mengurangi peradangan parah yang terkait dengan virus corona dan meningkatkan hasil kesembuhan pasien.

Terapi radiasi memungkinkan kesembuhan klinis yang lebih cepat secara signifikan. Mereka yang diobati dengan radiasi pulih dalam tiga hari, berbeda dengan 12 hari pada kelompok kontrol.

Waktu untuk keluar rumah sakit pun berkurang delapan hari, keluar setelah 12 hari daripada 20 hari pada kelompok kontrol, dan masa intubasi berkurang menjadi 10 persen dibandingkan dengan 40 persen untuk kelompok kontrol.

Cuplikan foto dari video 3D paru-paru pasien Covid-19 di Amerika Serikat. [Youtube/Surgical Theater]
Cuplikan foto dari video 3D paru-paru pasien Covid-19 di Amerika Serikat. [Youtube/Surgical Theater]

“Laporan ini menunjukkan kemampuan potensial untuk memperbaiki hasil uji coba acak baru-baru ini dengan pengobatan 10 menit yang menyebakan efek kecil dan dapat ditoleransi dengan baik bahkan pada pasien lanjut usia dan pasien yang lemah,” tulis penulis penelitian, dilansir Fox News.

Namun, dokter perawatan kritis lainnya kurang yakin. Dokter (yang tidak terlibat dalam penelitian ini) dari Johns Hopkins Medicine dan Cleveland Clinic menafsirkan ini secara hati-hati karena ukuran sampel penelitian yang kecil.

“Kami harus mengevaluasi penelitian semacam ini dengan sangat hati-hati. Tidak jarang bagi kita untuk menemukan hasil positif dalam studi kecil seperti ini, dan kemudian, dalam uji coba terkontrol acak yang lebih besar, menemukan manfaat positif tidak terbukti," kata Dr. Humberto Choi, ahli paru dan ahli perawatan kritis di Cleveland Clinic, Ohio.

Choi juga mencatat radiasi dapat mengakibatkan efek samping seperti radang paru-paru, jaringan parut dan ada juga risiko kanker. Dia mengatakan kadang-kadang butuh berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk melihat efek sampingnya.

baca juga
Paru-paru. (Shutterstock)
Paru-paru. (Shutterstock)

"Saya tidak tahu apakah uji coba ini meyakinkan siapa saja untuk mencobanya sedangkan ada steroid (deksametason) murah dan dapat diberikan pada pasien Covid-19 parah dan menunjukkan hasil yang jauh lebih baik daripada uji coba radiasi," ujar Dr. Panagis Galiatsatos, dokter pengobatan paru dan kritis di Johns Hopkins Medicine, Maryland.

Galiatsatos juga mengatakan studi ini membutuhkan kelompok lebih besar untuk melihat perubahan dalam manajemen medis dan untuk melihat apakah radiasi efektif secara keseluruhan.

Di sisi lain, penulis studi dari Emory mengatakan peran optimal dari LD-RT (terapi radiasi dosis rendah) terhadap pneumonia terkait Covid-19 dibenarkan.

Perobaan fase tiga akan membandingkan terapi LD-RT dengan pilihan terapi yang harus diambil oleh pasien Covid-19 lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Instagram Blokir "Konten Terapi Konversi" LGBT

Instagram Blokir "Konten Terapi Konversi" LGBT

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:23 WIB

Terapi 'Penyembuhan' Gay: Curhat Remaja Yordania Berusia 17 Tahun

Terapi 'Penyembuhan' Gay: Curhat Remaja Yordania Berusia 17 Tahun

Video | Rabu, 08 Juli 2020 | 10:00 WIB

Terapi Koktail Antibodi untuk Melawan Virus Corona Masuk Uji Klinis

Terapi Koktail Antibodi untuk Melawan Virus Corona Masuk Uji Klinis

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×