Thermo Gun Disebut Dapat Merusak Sel Otak, Betul atau Hoaks?

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 20 Juli 2020 | 12:38 WIB
Thermo Gun Disebut Dapat Merusak Sel Otak, Betul atau Hoaks?
Tes suhu tubuh (Antara)

Suara.com - Protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 mewajibkan setiap orang yang berlalu lalang untuk diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermo gun ketika hendak masuk ke suatu tempat.

Namun kini sebuah kabar mengkhawatirkan menyebut bahwa thermo gun dapat merusak sel otak. Apakah benar demikian?

Mengutip Pesa Check, Senin (20/7/2020) informasi tersebut dianggap kerilu dan menyesatkan. Dr. Ngumbau Kitheka dari Rumah Sakit Kenyatta mengatakan bahwa alat thermo gun tidak memancarkan energi dan radiasi.

Sebaliknya, kata dia, justru tubuh manusia lah yang memancarkan radiasi inframerah yang diserap oleh pistol termometer, kemudian alat tersebut menginterpretasikan suhu tubuh dalam bentuk suhu.

Manusia memang memiliki panas tubuh dalam bentuk radiasi suhu, selama suhu di lingkungan sekitar berada di atas nol atau tidak dalam suhu minus. 

Sedangkan Dosen Universitas Starthmore, Dr. Leonard Mabele mengatakan jika termometer inframerah non-kontak seperti thermo gun bekerja dengan sensor inframerah pasif inbuilt yang mengukur emisi inframerah suatu objek.

Sensor pada pistol termometer itu mengartikan emisi inframerah dari tubuh sebagai suhu, dan mencerminkan atau menunjukkan data dalam bentuk nilai numerik atau derajat celcius suhu tubuh.

Sedangkan sinar laser yang dipancarkan oleh pistol termometer digunakan untuk membantu secara akurat titik-titik objek yang diukur.

Sebelumnya, thermo gun pada awalnya digunakan untuk mengukur suhu benda bergerak.  Nmaun kini sudah banyak digunakan di bandara, rumah sakit, mal, dan area lainnya untuk memeriksa suhu tubuh tanpa melakukan kontak fisik.

Biasanya suhu di atas 38,5 derajat celcius merupakan salah satu indikasi adanya infeksi Covid-19.

BPOM Amerika atau Food and Drug Administration (FDA) mengatakan penggunaan thermo gun untuk mengurangi risiko infeksi silang penyebaran virus.

Sementara itu badan standarisasi Kenya, mengingatkan jika thermo gun harus dikalibrasi ulang untuk memastikan keakuratan alat tersebut. Jika ini tidak dikalibrasi maka bisa menyebabkan kesalahan diagnosis saat menskrining suhu tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjualan Tanaman Hias Meningkat Ditengah Pandemi Covid-19

Penjualan Tanaman Hias Meningkat Ditengah Pandemi Covid-19

Foto | Senin, 20 Juli 2020 | 09:30 WIB

KPAI: Momentum Covid-19 Bisa Jadi Waktu Orangtua Mendekatkan Diri Pada Anak

KPAI: Momentum Covid-19 Bisa Jadi Waktu Orangtua Mendekatkan Diri Pada Anak

Health | Minggu, 19 Juli 2020 | 18:30 WIB

3 Aturan Makan di Pinggir Jalan saat New Normal

3 Aturan Makan di Pinggir Jalan saat New Normal

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2020 | 17:51 WIB

Terkini

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB