Mengatakan Anak Bodoh Juga Bentuk Kekerasan pada Anak

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 20 Juli 2020 | 14:55 WIB
Mengatakan Anak Bodoh Juga Bentuk Kekerasan pada Anak
Ilustrasi orangtua memarahi anak [Shutterstock]

Suara.com - Kekerasan pada anak tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Memarahi dengan mengatakan anak bodoh, ternyata juga salah satu bentuk kekerasan pada anak.

Proses pendidikan anak tentu tidak akan lepas dari peran orangtuanya. Karena selain sekolah, rumah juga termasuk sarana belajar bagi anak dan orangtua yang menjadi guru. Namun yang jadi masalah, ketika anak berbuat kesalahan atau belum bisa melakukan sesuatu hal, kerap kali orangtua memarahi, memukul, hingga mengatakan anak bodoh.

Bagi orangtua, tindakan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk mendidik. Padahal, tindakan itu sebenarnya sudah termasuk bentuk kekerasan pada anak.

"Salah satu yang sederhana kekerasan emosional adalah menjelekan anak. Misalnya, 'Kamu kok bodoh sekali tidak bisa menyalakan komputer', itu merupakan salah satu bentuk merendahkan anak," kata pemerhati kesehatan jiwa anak UNICEF Ali Aulia Ramly saat konferensi virtual BNPB, Senin (20/7/2020).

"Belum lagi kalau kita selalu berpikir cuma mencubit anak untuk mendidik dan mendisiplinkan. Tapi pada situasi itu, memberikan dampak pada anak," tambahnya.

Ali menyampaikan bahwa dari data yang telah dikeluarkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, jumlah laporan kekerasan pada anak masih tinggi dan mengkhawatirkan. Kebijakan mengenai sekolah dari rumah juga dinilai berisiko menimbulkan kekerasan pada anak.

"Persoalannya bukan karena anak diam di rumah, tetapi ada tekanan psikologis juga ketika kekerasan meningkat di dalam rumah. Tentu ini harus jadi perhatian bersama," ujarnya.

Selain dari tindakan kekerasan yang dialaminya, menurut Ali, situasi pandemi yang mengharuskan semua orang melakukan isolasi mandiri juga membuat psikologi anak bisa terganggu.

"Kita melihat satu studi global dengan melihat beberapa studi lama bahwa situasi isolasi termasuk saat perang dan ebola, menunjukan bahwa saat isolasi anak dan remaja akan mengalami depresi. Dan bukan hanya saat isolasi, tapi juga bisa lebih lama dari fase isolasi," ujarnya.

Masalah kesehatan mental itu berakibat mengubah sifat anak, lanjut Ali. Hal itu yang harus disadari orangtua jika terjadi perubahan perilaku.

baca juga

Menurut Ali, perubahan yang paling mudah dideteksi adalah jika anak menjadi mudah marah, kurang bersemangat, hingga kesulitan konsentrasi.

"Kalau ada perubahan ini sebenarnya hal normal, tapi kalau berkepanjangan butuh segera bantuan ke Kemenkes atau LSM. Orangtua juga perlu mendorong anak untuk membuat kegiatan struktur. Bantu anak untuk mengasihi diri sendiri, bisa melihat ini situasi buruk tapi masih bisa membantu orang lain," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPAI: Kasus Kekerasan pada Anak Meningkat Sejak PSBB Dilonggarkan

KPAI: Kasus Kekerasan pada Anak Meningkat Sejak PSBB Dilonggarkan

Health | Jum'at, 17 Juli 2020 | 18:55 WIB

Menonton Film Horor Sadis Picu Anak Melakukan Kekerasan? Studi: Belum Tentu

Menonton Film Horor Sadis Picu Anak Melakukan Kekerasan? Studi: Belum Tentu

Health | Minggu, 08 Maret 2020 | 09:44 WIB

Membentak Anak Bisa Sebabkan Gangguan Kronis, Jangan Dilakukan!

Membentak Anak Bisa Sebabkan Gangguan Kronis, Jangan Dilakukan!

Health | Minggu, 13 Oktober 2019 | 16:30 WIB

Terkini

WNI Tentara Bayaran Rusia Dibayar Rp 50 Juta Per Bulan, Ada 58 Orang Terjebak di Perang Ukraina

WNI Tentara Bayaran Rusia Dibayar Rp 50 Juta Per Bulan, Ada 58 Orang Terjebak di Perang Ukraina

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:53 WIB

Kelalaian Bakar Sampah Picu Kebakaran Hutan di Klaten, 1,6 Hektare Ludes

Kelalaian Bakar Sampah Picu Kebakaran Hutan di Klaten, 1,6 Hektare Ludes

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:53 WIB

Kasus Suap Suhardiman Amby, KPK Ungkap Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Kasus Suap Suhardiman Amby, KPK Ungkap Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 14:51 WIB

5 Sabun Mandi yang Cocok untuk Kulit Kering dan Bersisik agar Lembap Seharian

5 Sabun Mandi yang Cocok untuk Kulit Kering dan Bersisik agar Lembap Seharian

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:51 WIB

Dune 3 hingga Avengers: Doomsday, Ini 5 Tontonan yang Rilis di Akhir Tahun 2026

Dune 3 hingga Avengers: Doomsday, Ini 5 Tontonan yang Rilis di Akhir Tahun 2026

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:50 WIB

Tarif Listrik November 2026 Terbaru, Cek Daftar Harga per kWh untuk Semua Golongan Pelanggan

Tarif Listrik November 2026 Terbaru, Cek Daftar Harga per kWh untuk Semua Golongan Pelanggan

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:49 WIB

Barang Penumpang Sriwijaya Air Hilang di Bandara Sultan Hasanuddin

Barang Penumpang Sriwijaya Air Hilang di Bandara Sultan Hasanuddin

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 14:48 WIB

Sempat Diragukan Warga, Usaha BRILink Agen Ini Kini Layani 100 Transaksi Sehari!

Sempat Diragukan Warga, Usaha BRILink Agen Ini Kini Layani 100 Transaksi Sehari!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 14:47 WIB

Raffi Ahmad Bikin RANS Anjlok Hingga 23%, Gimana Prospek Sahamnya?

Raffi Ahmad Bikin RANS Anjlok Hingga 23%, Gimana Prospek Sahamnya?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 14:45 WIB

Jejak Karier Mentereng Listyo Sigit Prabowo: Ajudan Jokowi hingga Duduki Kursi KSP

Jejak Karier Mentereng Listyo Sigit Prabowo: Ajudan Jokowi hingga Duduki Kursi KSP

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:43 WIB

×