Waspada, 4 Makanan Ini Bisa Terkontaminasi Bakteri Salmonella

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 23 Juli 2020 | 18:17 WIB
Waspada, 4 Makanan Ini Bisa Terkontaminasi Bakteri Salmonella
Ilustrasi tomat. (Shutterstock)

Suara.com - Bakteri salmonella adalah jenis bakteri yang paling sering membuat keracunan makanan. Salmonella Typhimurium dan Salmonella Entertidis adalah yang paling umum menginfeksi setengah dari seluruh manusia.

Dilansir dari CNN, gejala khas akibat bakteri salmonella adalah diare, demam dan kram perut. Gejala biasanya mulai enam jam hingga empat hari setelah infeksi.

Umumnya pasien yang terinfeksi akan sembuh pada tiga sampai tujuh hari dan kasus ringan seringnya tidak memerlukan perawatan profesional. Antibiotik hanya digunakan untuk mengobati kasus yang parah.

Melansir dari WebMD, ada beberapa makanan yang bisa mengandung bakteri salmonella, antara lain: 

1. Unggas dan Telur

Bakteri Salmonella dapat mencemari makanan apapun, tetapi risiko lebih besar ada pada produk hewani karena kontak dengan kotoran hewan. 

Pada ayam, salmonella dapat menginfeksi telur sebelum kulitnya terbentuk, sehingga bahkan telur yang bersih dan segar pun dapat mengandung salmonella. 

Untuk keamanan, maka jangan pernah makan telur mentah atau setengah matang. Pisahkan unggas mentah dari unggas matang dan makanan lainnya. Maka dari itu cuci tangan, talenan, perkakas dan meja setelah digunakan.

Ilustrasi telur. [Shutterstock]
Ilustrasi telur. [Shutterstock]

2. Makanan Segar

Makanan segar juga bisa jadi penyebab infeksi salmonella. Bakteri ini telah ditemukan pada tomat, cabai, salad hijau, dan pepaya. Kecambah juga dapat memiliki salmonella karena tumbuh dalam kondisi hangat dan lembap. 

Agar tetap aman, cuci dan keringkan makanan segar dengan saksama dan simpan di lemari es pada suhu 4 derajat celcius.

3. Makanan Olahan

Keripik, kerupuk, sup, selai kacang, bahkan makanan beku dapat menimbulkan sedikit risiko infeksi salmonella. Satu wabah salmonella dikaitkan dengan selai kacang dan makanan kemasan yang dibuat dengan kacang tanah, termasuk granola dan kue. 

Dalam kasus seperti ini, bakteri salmonella di pabrik pengolahan dapat mencemari banyak produk.

Untuk keamanan, memanasan makanan hingga 73 derajat celcius dapat membunuh bakteri salmonella.

Daging merah, daging mentah. (Shutterstock)
Daging merah, daging mentah. (Shutterstock)


4. Daging Mentah

Daging mentah, terutama daging giling, berisiko mengalami kontaminasi salmonella. Anda biasanya tidak dapat mengatakan makanan tersebut terkontaminasi karena tidak terlihat dan baunya normal.

Agar konsumsi tetap aman, maka masak daging sapi, babi, dan domba hingga setidaknya 62 derajat celcius. Sementara pada unggas, masak pada 72 derajat celcius. 

Hindari kontaminasi silang dengan mencuci tangan dan semua permukaan dengan air sabun hangat setelah kontak dengan daging mentah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Brokoli hingga Beras Merah, 5 Makanan Sehat yang Berisiko bagi Kesehatan

Brokoli hingga Beras Merah, 5 Makanan Sehat yang Berisiko bagi Kesehatan

Health | Minggu, 28 Juni 2020 | 11:45 WIB

Tak Cuma Listeria, Ini 4 Wabah Akibat Bakteri di Makanan yang Bikin Geger

Tak Cuma Listeria, Ini 4 Wabah Akibat Bakteri di Makanan yang Bikin Geger

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2020 | 12:52 WIB

Kenali Infeksi Bakteri Salmonella, Bisa Fatal jika Tidak Segera Dirawat!

Kenali Infeksi Bakteri Salmonella, Bisa Fatal jika Tidak Segera Dirawat!

Health | Minggu, 07 Juni 2020 | 16:18 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB