Suka Merinding saat Nonton Pertunjukkan Live? Ini Alasan Ilmiahnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 24 Juli 2020 | 18:05 WIB
Suka Merinding saat Nonton Pertunjukkan Live? Ini Alasan Ilmiahnya
Ilustrasi merinding di acara konser musik. (Shutterstock)

Suara.com - Pernah merasa merinding saat dengar lagu atau nonton konser yang  yang menurut Anda keren? Jika iya, mungkin itu menandakan Anda menjalani kehidupan yang sehat dan bahagia

Sebuah penelitian yang dilakukan di festival musik Reading and Leeds mencoba menggali apakah ada hubungan antara merinding saat terpukau terhadap sesuatu dengan kondisi kesehatan serta kepribadian seseorang. 

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang merinding cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik daripada mereka yang tidak. 

Melansir dari Independent, studi ini dipimpin oleh Profesor Matthew Sachs dari Universitas Harvard dan Robin Murphy dari Universitas Oxford. 

Dalam penelitian ini, para peneliti menilai 100 orang yang nonton konser musik live sambil mengenakan alat pemantau. Mereka juga menganalisis fisiologis peserta terhadap musik, serta serangkaian tes psikometrik.

Studi ini menyimpulkan bahwa 55 persen orang yang diteliti mengalami merinding menonton pertunjukan langsung pada menit pertama. Peserta perempuan lebih banyak mengalami merinding, yakni 55 persen dibanding laki-laki yang hanya mencapai 46 persen. 

Menurut peneliti, orang-orang yang setidaknya sekali mengalami merinding selama pertunjukkan cenderung menggambarkan sifat yang empatik dan menyenangkan saat menjalani hubungan. 

Ilustrasi konser. [Shutterstock]
Ilustrasi konser. [Shutterstock]

Setidaknya 66 persen dari mereka yang merinding selama pertunjukan musik langsung mengatakan bahwa mereka berada dalam suasana hati yang lebih positif dibandingkan yang tidak.

Robin Murphy menjelaskan bagaimana penelitian ini memberi kesempatan kepada tim peneliti untuk mengeksplorasi lebih banyak tentang fenomena merinding dengan detail.

"Hasil dari studi ini menunjukkan ciri kepribadian pada orang yang mengalami merinding," kata Murphy.

"Bukti juga menunjukkan bahwa merinding berdampak pada rasa kesejahteraan dan suasana hati secara keseluruhan," tambahnya.

Tak hanya itu, merinding juga bermanfaat pada pengaturan pertumbuhan sel rambut. 

Melansir dari Science daily, para peneliti Harvard menemukan bahwa sel-sel yang menyebabkan merinding  ini ternyata penting untuk mengatur sel-sel induk yang meregenerasi rambut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Protokol Kesehatan Covid-19 Bisa Jadi Peluang Basmi TB di Indonesia

Protokol Kesehatan Covid-19 Bisa Jadi Peluang Basmi TB di Indonesia

Health | Jum'at, 24 Juli 2020 | 13:44 WIB

Kim Kardashian Blak-blakan Ungkap Kesehatan Mental Sang Suami, Kanye West

Kim Kardashian Blak-blakan Ungkap Kesehatan Mental Sang Suami, Kanye West

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2020 | 13:16 WIB

Manfaat Mengkudu untuk Covid-19 dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Manfaat Mengkudu untuk Covid-19 dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Health | Kamis, 23 Juli 2020 | 21:19 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB