Update Covid-19 Global: Yaman Terancam Akibat Perang dan Pandemi Covid-19

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 26 Juli 2020 | 10:11 WIB
Update Covid-19 Global: Yaman Terancam Akibat Perang dan Pandemi Covid-19
Anak-anak Yaman di tengah pandemi Covid-19 (BBC)

Suara.com - Hingga saat ini belum ada tren penurunan kasus infeksi Covid-19 di dunia. Bahkan selama sepekan terakhir, penambahan kasus Covid-19 secara global terus di atas 200 ribu orang di seluruh dunia.

Berdasarkan live update pada situs worldometer.info pada Minggu, 26 Juli 2020 pukul 08.00 WIB, jumlah kasus covid-19 mencapai lebih dari 16,1 juta orang tersebar di 215 negara atau bertambah 258.197 kasus baru selama 24 jam

Sementara kasus orang meninggal dunia setelah terinfeksi SARS COV-2 itu ada 647.595 dan sembuh mencapai 9.907.262 orang di dunia.

Sehingga kasus yang masih aktif hingga saat ini tercatat ada 5.634.754 orang di dunia, 99 persen di antaranya dalam kondisi ringan dan sedang. Sementara satu persen dalam kondisi berat.

Kasus baru terbanyak masih terjadi Amerika Serikat (67.382 kasus), India (48.472 kasus), Brasil (48.234 kasus), dan Afrika Selatan (12.204 kasus). Sementara angka kematian harian paling banyak terjadi di Brasil, yaitu 1.111 orang. 

Sedangkan lima besar negara dengan kasus positif virus corona terbanyak yaitu Amerika Serikat 4.315.678 kasus, Brasil 2.396.434 kasus, India 1.385.494 kasus, Rusia 806.720, dan Afrika Selatan 434.200 kasus.

Indonesia sendiri mengalami pertambahan kasus sebanyak 1.868 orang dalam satu hari, membuat akumulasinya menjadi 97.286. Angka kasus positif itu didapatkan dari pemeriksaan spesimen di seluruh Indonesia sebanyak 1.361.207 orang.

Di negara yang mengalami konflik, pandemi Covid-19 semakin memperburuk keadaan dan krisis kemanusian.

Di Yaman, 97 tenaga medis telah dinyatakan meninggal sejak adanya wabah virus corona. Mereka termasuk ahli penyakit menular, direktur medis, bidan dan apoteker.

baca juga

Dikutip dari Euro News, sebelum ada pandemi, Yaman bahkan hanya memiliki 10 dokter untuk setiap 10.000 orang.

Sistem kesehatan negara itu juga jadi berantakan setelah lima tahun perang yang menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Setengah dari fasilitas medisnya tidak berfungsi.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah melaporkan 1.674 infeksi virus corona yang dan 474 kematian.

PBB telah memperingatkan bahwa kekurangan pangan akan meningkat tajam di bagian Yaman yang dilanda perang dalam enam bulan ke depan. Terutama karena penurunan ekonomi secara keseluruhan juga dampak pandemi.

Laporan oleh Program Pangan Dunia, Dana Anak PBB juga Organisasi Pangan dan Pertanian mengatakan, jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan akut tingkat tinggi diperkirakan akan meningkat dari 2 juta menjadi 3,2 juta di selatan negara itu.

Yaman telah menjadi tempat krisis pangan terbesar di dunia, sebagian besar karena perang pemberontak Houthi melawan koalisi pimpinan Saudi yang bertempur di pihak pemerintah yang diakui secara internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Pegang Uang? Jangan Lupa Rajin Mencuci Tangan!

Sering Pegang Uang? Jangan Lupa Rajin Mencuci Tangan!

Health | Minggu, 26 Juli 2020 | 07:05 WIB

Enam Desain Vaksin Covid-19 dan Pentingnya Vaksin Buatan dalam Negeri

Enam Desain Vaksin Covid-19 dan Pentingnya Vaksin Buatan dalam Negeri

Tekno | Minggu, 26 Juli 2020 | 07:05 WIB

Cara Kerja Aerosol Menjadi Perantara dalam Penularan Covid-19

Cara Kerja Aerosol Menjadi Perantara dalam Penularan Covid-19

Video | Minggu, 26 Juli 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×