Kontrol Tekanan Darah Tinggi, Minum Jus Sayur dan Buah Ini Setiap Hari!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 26 Juli 2020 | 11:46 WIB
Kontrol Tekanan Darah Tinggi, Minum Jus Sayur dan Buah Ini Setiap Hari!
Jus bayam, apel. (Pixabay)

Suara.com - Tekanan darah tinggi disebut kondisi "silent killer" karena gejalanya yang tak jelas. Sedangkan, tekanan darah tinggi bisa memicu sejumlah penyakit serius mematikan, seperti sakit jantung dan stroke.

Umumnya dilansir dari Express, tekanan darah seseorang yang sehat antara 90/60mmHg dan 120/80mmHg. Jadi, angka 140/90mmHg atau lebih besar dari itu dianggap sebagai tekanan darah tinggi.

Seseorang berisiko memiliki tekanan darah tinggi jika angka pertama (tekanan darah sistolik) lebih tinggi secara konsisten selama beberapa minggu.

Tekanan darah yang tinggi itulah memberikan tekanan ekstra pada jantung dan pembuluh darah. Sehingga seseorang lebih berisiko mengalami serangan jantung atau stroke.

Kedua kondisi yang dipicu tekanan darah tinggi itu bisa mengancam jiwa. Sehingga Anda perlu memperhatikan gejala dan menjaga tekanan darah tetap stabil untuk menghindarinya.

Ilustrasi hipertensi, tekanan darah tinggi (shutterstock)
Ilustrasi hipertensi, tekanan darah tinggi (shutterstock)

Salah satu cara mengontrol tekanan darah tinggi adalah perubahan gaya hidup. Pusat Modifikasi Nutrisi dan Faktor Risiko Risiko di Rumah Sakit St. Michael, Kanada, pun menguji hipotesis tertentu.

Mereka menyelidiki efek dari sayuran tertentu yang bisa diolah sebagai minuman jus untuk mengontrol tekanan darah.

Mereka pun mengajak 27 peserta dalam kondisi sehat untuk memulai penelitian tersebut. Semua peserta pun diminta untuk mengonsumsi sayur bayam.

Para peserta diminta melakukan eksperimen mengonsumsi jus bayam selama 7 hari atau satu minggu. Tekanan darah mereka pun sempat diukur ketika hari pertama sebelum eksperimen dan setelahnya di hari terakhir untuk dibandingkan.

Hasilnya, tim peneliti menemukan bahwa mengonsumsi bayam mengurangi tekanan darah tinggi dan kekakuan arteri partisipan.

Ternyata, bayam kaya kandungan nitrat yang merupakan senyawa untuk membantu melebarkan pembuluh darah.

Pembuluh darah atau arteri yang melebar itulah bisa membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan aliran darah, serta mengurangi ketegangan pada otot jantung.

Studi lain dari Fakultas Kedokteran dan Farmakologi di Universitas of Western Australia meneliti manfaat nitrat dari bayam.

Para peneliti mencatat bahwa nitrat dalam bayam bisa melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular.

Bayam bisa meningkatkan fungsi endotel dan menurunkan tekanan darah. Tim peneliti telah mencari tahu manfaat ini dengan melakukan riset terhadap 30 pria dan wanita sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turunkan Risiko Tekanan Darah Tinggi, Konsumsi Buah Ini Setiap Hari!

Turunkan Risiko Tekanan Darah Tinggi, Konsumsi Buah Ini Setiap Hari!

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 18:44 WIB

3 Manfaat Cuka Apel untuk Kecantikan, Usir Jerawat

3 Manfaat Cuka Apel untuk Kecantikan, Usir Jerawat

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2020 | 10:40 WIB

Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Coba Olahraga Ini selama 40 Menit!

Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Coba Olahraga Ini selama 40 Menit!

Health | Selasa, 21 Juli 2020 | 15:07 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB