Alami Kejadian Pahit, Pria Ini Ciptakan Masker yang Berguna Bagi Orang Tuli

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 28 Juli 2020 | 15:31 WIB
Alami Kejadian Pahit, Pria Ini Ciptakan Masker yang Berguna Bagi Orang Tuli
Masker yang dibuat oleh Travers (Anchor Handmade Design)

Suara.com - Memakai masker memang dapat melindungi diri kita dari penularan virus corona Covid-19. Tapi di sisi lain, praktik ini juga menyulitkan beberapa orang, terutama bagi pembaca gerakan bibir pada mereka yang memiliki gangguan pendengaran.

Berangkat dari masalah ini, seorang lelaki tuli asal Florida, Brian Travers, membuat masker yang dapat memudahkan pembaca gerakan bibir.

Dilansir Fox News, Travers mengalami gangguan pendengaran selama 25 tahun akibat kelainan genetik langka yang dikenal dengan osteogenesis imperfecta, atau penyakit tulang rapuh.

"Ketika Anda bertemu seseorang dan memberi tahu bahwa Anda adalah 'pembaca gerakan bibir', sebagian besar pembicaraan menjadi tidak nyambung. Di waktu lain orang hanya akan berbicara dengan lebih keras atau lebih lambat," kata lelaki 53 tahun ini.

Ide pembuatan masker ini muncul setelah ia mengalami kejadian pahit. Saat itu Travers akan mengambil laptop untuk putrinya di sekolah, dan ia bertemu dengan empat guru.

Travers memproduksi masker (YouTube/CBS News)
Travers memproduksi masker (YouTube/CBS News)

"Setiap orangtua harus memberi informasi ke guru sebelum laptop diberikan kepada kami. Saya memberi tahu setiap guru bahwa saya tuli dan mengandalkan pembacaan gerakan bibir untuk berkomunikasi."

Travers pun meminta para guru untuk menurunkan masker mereka, namun semua guru menolaknya. Untungnya, ada orangtua yang menyadari masalah Travers dan membantunya.

"Dia menurunkan maskernya yang memungkinkan saya membaca bibirnya untuk mencari tahu informasi apa yang perlu saya berikan. Tanpa bantuannya, saya mungkin pulang tanpa membawa laptop," kenangnya.

Frustasi dengan hal ini, dan ketika kembali ke rumah melihat sang istri sedang menjahit masker kain, ia langsung mengambil gunting dan memotong bagian tengah masker karena marah.

Masker yang dibuat oleh Travers (Anchor Handmade Design)
Masker yang dibuat oleh Travers (Anchor Handmade Design)

Tak berapa lama kemudian kemarahannya ini justru berbuah inspirasi. Ia mulai membuat masker dengan bagian tengah ditutupi plastik mika bening sehingga tembus pandang.

Sejak ia mengunggah foto masker di forum komunitas tuna rungu online, ia mulai menerima ratusan pesanan.

"Saya telah menerima pesanan dari seluruh dunia, Saya sangat senang mendapat pesanan dari Irlandia," cerita Travers, yang mendapat pesanan 225 masker dari sekolah untuk tuna rungu di New England.

Hal ini membuat Travers merasa puas dan bersyukur karena telah memberikan sesuatu yang berdampak positif bagi kehidupan orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak yang Salah, Ini Cara yang Benar Melepas Masker Saat Makan di Luar

Banyak yang Salah, Ini Cara yang Benar Melepas Masker Saat Makan di Luar

Health | Selasa, 28 Juli 2020 | 14:05 WIB

Bahaya, Jangan Kenakan Masker pada Hewan Peliharaan

Bahaya, Jangan Kenakan Masker pada Hewan Peliharaan

Tekno | Selasa, 28 Juli 2020 | 14:30 WIB

Orang Dekatnya Kena Corona, Trump Minta Warga AS Gunakan Masker

Orang Dekatnya Kena Corona, Trump Minta Warga AS Gunakan Masker

News | Selasa, 28 Juli 2020 | 13:18 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB