Parah, Puluhan Ilmuwan Bikin Vaksin Covid-19 Eksperimental secara Ilegal!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 30 Juli 2020 | 14:26 WIB
Parah, Puluhan Ilmuwan Bikin Vaksin Covid-19 Eksperimental secara Ilegal!
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - MIT Technology Review melaporkan bahwa lusinan ilmuwan menerima paket vaksin Covid-19 yang didistribusikan oleh kelompok yang menyebut dirinya Rapid Deployment Vaccine Collaborative, atau RADVAC.

Padahal vaksin tersebut belum terbukti keakuratannya dan tidak ada yang mengetahui apakah benar-benar berkerja melawan virus corona.

Kolaborasi ini, yang terdiri dari 20 ilmuwan lebih, serta teknolog, dan 'penggemar sains', yang berafiliasi dengan Universitas Harvard dan MIT, tidak meminta izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat sebelum merancang vaksin mereka sendiri.

Tidak hanya itu, mereka juga tidak meminta persetujuan dari dewan etika sebelum meluncurkan proyek dan menjadi sukarelawan dalam subjek studi, sebuah uji klinis tidak resmi.

Ahli genetika Preston Estep, yang mendirikan RADVAC sekaligus ilmuwan utama, mengatakan FDA tidak memiliki kekuasaan untuk mengadili proyek mereka karena vaksin dikelola sendiri, tanpa membayar biaya kolaborasi apa pun sebagai imbalan.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Hingga kini MIT Technology Review masih menunggu tanggapan FDA, apakah mereka akan mengatur proyek ini, mengingat semakin banyak ilmuwan belajar tentang vaksin eksperimental dan melakukan uji klinis pada diri sendiri.

"Kami tidak menyarankan masyarakat untuk mengubah perilaku mereka dalam pemakaian masker, tetapi (vaksin) memang berpotensi memberikan perlindungan berlapis-lapis," kata Estep, dilansir Live Science.

Namun, RADVAC sendiri belum memiliki bukti bahwa vaksin mereka mendorong respon imun yang memadai untuk menjadi pelindung.

Kelompok gabungan ini pun sudah mulai melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan tersebut, beberapa di antaranya dilakukan di laboratorium ahli genetika Harvard, Profesor George Church, yang sudah menggunakan dua dosis vaksin ini.

baca juga

"Saya pikir kita berada pada risiko Covid-19 yang jauh lebih besar (daripada vaksin eksperimental itu sendiri)," ujar Church.

Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Meski ia yakin vaksin yang digunakannya aman, namun belum ada data. Ia berpikir risiko yang lebih besarnya adalah vaksin itu tidak efektif. Bereksperimen sendiri dengan vaksin dinilai bukan sebagai ide terbaik.

"Terutama dalam kasus ini, Anda dapat membuat segalanya menjadi ide lebih buruk," kata George Siber, mantan kepala vaksin di perusahaan farmasi Wyeth.

Menurut Siber, ini dapat memicu antibody dependent enhancement (ADE) yaitu fenomena di mana antibodi spesifik virus meningkatkan masuknya virus, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi parah setelah vaksinasi.

"Anda benar-baner harus tahu apa yang Anda lakukan di sini," peringatnya.

Ia menambahkan, melihat bahan-bahan vaksin (yang dirilis RADVAC pada Juli) dan cara pemberiannya yang melalui hidung (bukan suntikan), dia tidak yakin vaksin itu akan cukup kuat sebagai pelindung, bahkan jika itu aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menghindari Gegabah Pengujian Vaksin COVID-19

Menghindari Gegabah Pengujian Vaksin COVID-19

Video | Rabu, 29 Juli 2020 | 21:15 WIB

Vaksin COVID-19 Bakal Dijual Moderna Rp720 Ribu per Paket

Vaksin COVID-19 Bakal Dijual Moderna Rp720 Ribu per Paket

News | Rabu, 29 Juli 2020 | 21:32 WIB

Ilmuwan Kesehatan China Mengaku Sudah Disuntik Vaksin Covid-19!

Ilmuwan Kesehatan China Mengaku Sudah Disuntik Vaksin Covid-19!

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 18:51 WIB

Terkini

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×