Belum Lihat Video Anji? Berikut Ragam Klaim Antibodi Covid-19 Hadi Pranoto

Risna Halidi

Minggu, 02 Agustus 2020 | 18:04 WIB
Belum Lihat Video Anji? Berikut Ragam Klaim Antibodi Covid-19 Hadi Pranoto
Unggahan Anji bareng Prof. Hadi Pranot. [Instagram/@duniamanji]

Suara.com - Musisi Anji kembali menjadi trending di media sosial setelah mengunggah video berjudul "Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan (Part 1)--yang kini telah dihapus otoritas YouTube, di akun pribadi miliknya.

Anji mengundang seorang yang mengklaim diri sebagai ahli mikrobiologi dengan nama Profesor Hadi Pranoto. Lalu siapa itu Hadi Pranoto? Suara.com mencoba merangkum jawaban tersebut melalui berita berikut ini.

Secara singkat, nama Hadi Pranoto masuk dalam database dosen di situs resmi Kemenristekdikti, pddikti.kemdikbud.go.id. Namun tidak tertulis ada Hadi Pranoto yang menekuni bidang Mikrobiologi seperti klaim yang beredar.

Di sisi lain, melalui video berdurasi 35.52 detik tersebut, Hadi mengeluarkan beberapa klaim mengejutkan mengenai virus corona Covid-19 mulai dari tes usap atau swab test seharga Rp 10 ribu hingga obat Covid-19 dari herbal yang bekerja setelah 10 jam dikonsumsi.

Untuk Anda yang belum sempat menyaksikkan video tersebut, berikut Suara.com rangkum khusus untuk Anda;

1. Antibodi Covid-19 mengobati dan mencegah infeksi Covid-19
Sudah ada obat Covid-19 yang diberi nama Antibodi Covid-19. Bentuknya berupa cairan herbal berwarna hitam. Antibodi Covid-19 bukan hanya diklaim dapat menyembuhkan pasien Covid-19 tetapi juga mencegah seseorang terinfeksi Covid-19.

2. Sudah tersebar ke seluruh Indonesia
Hadi mengatakan sebanyak 250 ribu Antibodi Covid-19 sudah disalurkan ke Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan hingga masuk ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

Sayangnya, klaim tersebut dibantah langsung oleh dokter spesialis paru-paru yang menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Arif Riyadi kepada Suara.com.

"Saya tidak pernah pernah tau obat atau herbal yang dimaksud Hadi tersebut. Kalau obat atau herbal yang diberikan harus melalui komisi etik Rumah Sakit," kata Arif kepada Suara.com, Minggu (2/8/2020).

3. Diklaim bekerja cepat
Kata Hadi, Antibodi Covid-19 bekerja sangat cepat. "Hanya memerlukan waktu dua sampai tiga hari. Setelah itu antibodi akan kuat."

Ia juga mengatakan bahwa meminum antibodi buatannya akan membentuk piranti pertahanan tubuh. "Jika ada virus masuk, akan dimakan oleh bekteri dalam tubuh."

Bukan main, Hadi juga megatakan bahwa dengan mengonsumsi Antibodi Covid-19, dalam waktu 10 sampai 20 jam pasien Covid-19 akan sembuh.

4. Mustahil membuat vaksin Covid-19
Klaim sensasional lain yang diucapkan Hadi Pranoto adalah, mustahil membuat vaksin Covid-19 karena sifat virusnya yang terus berubah.

Ia mengakatakan hingga kini terdapat sekitar 1153 jenis virus corona Covid-19 yang berbeda akibat mutasi. "Semakin hari semakin kuat dan semakin banyak. Ilmuwan belum bisa memutuskan vaksin mana yang bisa membunuh Covid-19."

Belum lagi, katanya, sifat vaksin yang diberikan dengan cara disuntik dan dibuat dari 'zat adiktif', dapat membuat organ tubuh manusia rusak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IDI Tegaskan Tidak Ada Uji Klinis Antibodi Covid-19 Ciptaan Hadi Pranoto

IDI Tegaskan Tidak Ada Uji Klinis Antibodi Covid-19 Ciptaan Hadi Pranoto

Health | Minggu, 02 Agustus 2020 | 17:07 WIB

Dihujat Soal Video Temuan Obat COVID-19, Anji Trending di Twitter

Dihujat Soal Video Temuan Obat COVID-19, Anji Trending di Twitter

Entertainment | Minggu, 02 Agustus 2020 | 17:05 WIB

Viral Usai Bikin Konten Bareng Hadi Pranoto, Anji Buka Suara

Viral Usai Bikin Konten Bareng Hadi Pranoto, Anji Buka Suara

Entertainment | Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:38 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB